Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Cuaca Panas Saat Kemarau Pantang Bikin Batal Liburan, Ini 5 Jurus Jitu Tetap Asyik Plesiran

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Senin, 15 Juni 2026 | 15:14 WIB
ilustrasi liburan saat musim kemarau
ilustrasi liburan saat musim kemarau

KEDIRI, JP Radar Kediri – Cuaca kemarau dengan panas terik yang menyengat belakangan ini memang sering kali bikin malas keluar rumah. Bawaannya pasti ingin rebahan di dalam kamar sembari menyalakan kipas angin atau AC. Namun, bagaimana jika jadwal liburan sudah telanjur disusun jauh-jauh hari? Masa iya harus batal gara-gara cuaca?

Tenang saja, cuaca panas ekstrem bukan berarti Anda harus mengubur angan-angan untuk refreshing. Liburan tetap bisa berjalan asyik, aman, dan nyaman asalkan Anda tahu triknya.

Berikut adalah lima rekomendasi dan jurus jitu agar tetap asyik pelesiran di tengah gempuran kemarau panjang:

1.      Siasati Waktu Pelesiran (Jam Kritis!) Kunci utama liburan di musim kemarau adalah cerdas mengatur waktu. Hindari melakukan aktivitas luar ruangan (outdoor) pada jam-jam kritis, yakni antara pukul 11.00 hingga 15.00 WIB, saat matahari sedang terik-teriknya.

 Sebaiknya, manfaatkan waktu pagi hari untuk eksplorasi wisata alam. Jika sudah memasuki tengah hari, Anda bisa beristirahat di kafe atau kembali ke penginapan, lalu lanjutkan jalan-jalan saat sore hari menjelang sunset.

Baca Juga: Waspada Kemarau Panjang! Ini 5 Rekomendasi Damkar untuk Mencegah Kebakaran Lahan

2.      Gunakan Outfit Anti-Gerah Tinggalkan dulu jaket tebal atau baju berwarna gelap yang mudah menyerap panas.

Pilihlah pakaian dengan bahan yang mudah menyerap keringat dan berpori besar, seperti katun atau linen. Selain itu, pakailah baju dengan warna-warna cerah atau pastel yang bisa memantulkan cahaya matahari, sehingga tubuh Anda tidak terasa seperti di-oven.

3.      Siapkan Amunisi Pelindung Diri Jangan biarkan kulit Anda terbakar (sunburn). Sebelum keluar dari tempat menginap, wajib hukumnya mengoleskan sunscreen (tabir surya) minimal SPF 30 dan lakukan re-apply setiap dua hingga tiga jam sekali.

Jangan lupa bawa perlengkapan "perang" lainnya seperti topi bertepi lebar, kacamata hitam untuk melindungi mata dari silau, serta payung lipat.

4.      Jangan Tunggu Haus, Jaga Tubuh Tetap Terhidrasi Cuaca panas membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak keringat, sehingga risiko dehidrasi meningkat tajam.

Selalu bawa botol minum (tumbler) sendiri ke mana pun Anda pergi. Jangan menunggu sampai tenggorokan terasa kering baru minum. Minumlah air putih secara berkala. Hindari terlalu banyak mengonsumsi minuman manis, bersoda, atau berkafein tinggi karena justru bisa membuat tubuh cepat kehilangan cairan.

Baca Juga: Gerah Parah! Ini 4 Rekomendasi Tempat Ngadem Saat Kemarau, Mulai Jalur Gratisan Sampai Sultan

5.      Pintar Pilih Destinasi Alternatif Jika siang hari terasa terlalu menyengat, ubah sedikit itinerary Anda.

Daripada memaksakan diri ke pantai atau wisata terbuka yang minim pepohonan, alihkan tujuan ke wisata indoor (dalam ruangan) seperti museum, galeri seni, atau pusat perbelanjaan.

Alternatif lainnya, pilih wisata alam yang rimbun dan sejuk, seperti kawasan hutan pinus atau wisata air terjun (seperti Air Terjun Dolo atau Irenggolo) yang udaranya jauh lebih segar.

Dengan persiapan yang matang dan strategi yang pas, cuaca terik bukanlah halangan untuk menciptakan momen liburan yang berkesan. Selamat merencanakan liburan, dan tetap jaga kesehatan tubuh!

 

Editor : Mahfud
#kekeringan #panas #liburan #kemarau panjang #terik