Hari Pelajar Internasional 17 November. Ini Sejarahnya
Jauhar Yohanis• Senin, 17 November 2025 | 14:04 WIB
Hari Pelajar Internasional 17 November
JP Radar Kediri- Setiap tanggal 17 November, dunia memperingati Hari Pelajar Sedunia (International Students’ Day), sebuah momentum global yang lahir dari sejarah panjang keberanian mahasiswa dalam melawan penindasan dan ketidakadilan. Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan simbol perjuangan pelajar di seluruh dunia yang selalu berada di garis depan pergerakan sosial dan politik.
Pondasi peringatan ini bermula dari tragedi kelam yang terjadi pada tahun 1939 di Praha, ketika aksi damai mahasiswa dibalas dengan represi brutal oleh rezim Nazi. Namun gema perjuangan itu terus menggema hingga dekade-dekade berikutnya—dari Athena hingga Praha kembali—membentuk wajah baru sejarah gerakan mahasiswa dunia.
Asal-usul 17 November: Tindakan Brutal Nazi di Universitas Praha
Akar dari Hari Pelajar Sedunia bermula pada demonstrasi mahasiswa Universitas Charles, Praha, yang digelar untuk memperingati berdirinya Republik Cekoslovakia. Dalam aksi damai itu, seorang mahasiswa kedokteran bernama Jan Opletal tertembak dan mengalami luka serius. Ia kemudian meninggal dunia pada 11 November 1939.
Pada 15 November, ribuan mahasiswa mengiringi prosesi pemakamannya. Suasana berkabung berubah menjadi aksi protes anti-Nazi berskala besar, yang membuat rezim pendudukan Jerman bereaksi dengan cara paling represif.
Penutupan kampus dan eksekusi tanpa pengadilan
Dini hari 17 November 1939, Gestapo dan pasukan Nazi menyerbu kampus-kampus di Praha. Akibat aksi brutal itu:
Lebih dari 1.200 mahasiswa ditangkap dan dikirim ke kamp konsentrasi Sachsenhausen.
Semua universitas dan institusi pendidikan tinggi di Cekoslovakia ditutup.
Sembilan mahasiswa dan profesor dieksekusi tanpa proses pengadilan di penjara Ruzyne.
Nama-nama mereka yang menjadi martir:
Josef Matoušek
Jaroslav Klíma
Jan Weinert
Josef Adamec
Jan Černý
Marek Frauwirt
Bedřich Koukala
Václav Šafránek
František Skorkovský
Peristiwa inilah yang menjadi dasar penetapan 17 November sebagai Hari Pelajar Sedunia, sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan dan pengorbanan mahasiswa.
Penetapan Hari Pelajar Sedunia Tahun 1941
Dua tahun setelah tragedi itu, pada tahun 1941, Dewan Mahasiswa Internasional yang beranggotakan banyak mahasiswa pengungsi mengadakan peringatan pertama International Students’ Day di London. Momen tersebut menjadi simbol solidaritas global mahasiswa dalam melawan penjajahan, fasisme, dan segala bentuk represi terhadap pendidikan.
Sejak saat itu, tradisi ini dijaga oleh organisasi kemahasiswaan internasional—termasuk International Union of Students—yang mendorong agar peringatan ini diakui sebagai hari resmi oleh PBB.
Dua Tragedi Lain pada 17 November: Athena 1973 dan Praha 1989
Seiring berjalannya waktu, tanggal 17 November kembali menjadi saksi keberanian pelajar dalam dua peristiwa sejarah besar lainnya.
Tragedi Athena 1973: Perlawanan terhadap Junta Militer
Pada November 1973, mahasiswa Institut Politeknik Athena menggelar aksi mogok dan menduduki kampus sebagai bentuk perlawanan terhadap kediktatoran Regime of the Colonels di Yunani.
Pelajar membangun stasiun radio darurat dan menyiarkan seruan pro-demokrasi ke seluruh kota. Ribuan warga Yunani bergabung dalam solidaritas.
Namun pada 17 November, sebuah tank AMX-30 menerobos gerbang kampus dalam serangan brutal. Walaupun pemerintah militer mengklaim tidak ada mahasiswa yang tewas, banyak laporan tentang korban luka permanen dan sejumlah kematian warga sipil yang hingga kini masih menjadi polemik.
Hari itu kemudian dikenang sebagai Hari Pelajar Yunani, simbol perjuangan melawan kediktatoran.
Revolusi Beludru 1989: Ketika Mahasiswa Mengguncang Rezim Komunis
Lima puluh tahun setelah tragedi 1939, mahasiswa kembali turun ke jalan di Praha pada 17 November 1989. Demonstrasi yang awalnya dimaksudkan untuk memperingati Hari Pelajar Sedunia berubah menjadi aksi protes besar-besaran terhadap rezim komunis Cekoslowakia.
Aksi damai itu dibubarkan secara brutal oleh polisi antihuru-hara, memicu kemarahan publik. Kabar—yang ternyata hoaks terencana—tentang tewasnya seorang mahasiswa semakin mempercepat gelombang protes.
Dalam hitungan hari:
Teater-teater dan universitas mogok massal.
Unjuk rasa nasional menuntut kebebasan politik berlangsung setiap hari.
Rezim komunis tumbang, dan lahirlah Revolusi Beludru, salah satu transisi demokrasi paling damai dalam sejarah.
Kini, 17 November diperingati sebagai Struggle for Freedom and Democracy Day di Republik Ceko dan Slovakia.
Makna Hari Pelajar Sedunia di Era Modern
Dari Praha, Athena, hingga kembali ke Praha, tanggal 17 November selalu menjadi pengingat bahwa mahasiswa memegang peran penting dalam perubahan sosial dan politik.
Hari Pelajar Sedunia bukan hanya tentang sejarah, tetapi mengenai:
Hak memperoleh pendidikan tanpa diskriminasi
Kebebasan berekspresi di lingkungan akademik
Melawan penindasan dan ketidakadilan
Peran mahasiswa dalam menjaga demokrasi
Mahasiswa tidak hanya penerima ilmu pengetahuan—mereka adalah kekuatan moral yang dapat mengguncang rezim otoriter ketika nilai kemanusiaan diinjak-injak. (*)