Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Siluk Merah, Ikan yang Termasuk Satwa Nasional. Begini Profilnya

Jauhar Yohanis • Rabu, 5 November 2025 | 12:50 WIB

Siluk Merah, ikan yang ditetapkan sebagai  Satwa Nasional
Siluk Merah, ikan yang ditetapkan sebagai Satwa Nasional

JP Radar Kediri-Siluk Merah ditetapkan sebagai satwa nasional oleh Presiden Suharto. Hal ini tertuan dalam Keputusan Presiden No. 4 tahun 1993. Berisi tentang penetapan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HPSN) yang diperingati tiap tanggal 5 November.

Ikan air tawar ini mempunyai tubuh panjang berkilau, sisik besar berlapis warna metalik, dan dua sungut menjuntai di ujung bibirnya.

Ikan ini juga dikenal dengan nama Arwana Asia (Scleropages formosus) kerap dijuluki “ikan naga”. Julukan ini bukan tanpa alasan — bentuk dan gerakannya yang anggun mengingatkan pada sosok naga dalam mitologi Tionghoa, simbol keberuntungan dan kejayaan.

Arwana Asia merupakan ikan air tawar purba yang masih bertahan hingga kini. Spesies ini termasuk keluarga Osteoglossidae, atau bonytongues — kelompok ikan bertulang lidah yang telah hidup sejak zaman prasejarah. Habitat alaminya tersebar di Asia Tenggara, terutama di Indonesia, Malaysia, Thailand, Kamboja, dan sebagian wilayah Myanmar. Di Indonesia, ikan ini dikenal dengan berbagai nama: siluk, kelasa, kayangan, hingga ikan naga.

Habitat dan Kebiasaan

Arwana hidup di tepi sungai berair tenang yang dipenuhi pepohonan seperti engkana, putat, dan rasau. Akar-akar pohon yang menjulur ke air menjadi tempat perlindungan alami bagi ikan ini untuk bersembunyi dan berkembang biak. Sebagai surface feeder, Arwana memangsa mikrokrustasea, ikan kecil, serangga, dan kadang material tumbuhan yang terapung di permukaan air.

Karakter habitat yang unik ini membuat Arwana sangat sensitif terhadap perubahan kualitas air. Perubahan kadar amonia, nitrit, atau nitrat yang tinggi dapat memengaruhi kesehatan dan warna tubuhnya. Karena itu, perawatan Arwana di akuarium pun membutuhkan perhatian khusus.

Ragam Jenis dan Keindahan Warna

Arwana Asia memiliki beberapa varietas dengan ciri khas warna dan asal-usul geografis yang berbeda.
Varietas Merah (Super Red) berasal dari perairan gambut Kalimantan Barat, khususnya Sungai Kapuas dan Danau Sentarum. Ikan ini menampilkan warna merah intens — dari sirip, bibir, hingga sisik tubuhnya — dan menjadi jenis paling populer di pasaran. Super Red terdiri atas empat varietas: Blood Red, Chili Red, Orange Red, dan Golden Red.

Selain itu, ada jenis Golden Cross Back (CBG) yang berasal dari Malaysia dan dikenal karena warna emasnya yang melintasi punggung. Jenis ini termasuk yang paling mahal, dengan harga seekor Arwana dewasa bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Varietas lain yang tak kalah indah adalah Red Tail Golden (RTG) dari Sumatra, dengan sisik keemasan yang tidak menutupi seluruh punggung. Ada pula Arwana Hijau, Banjar Merah, serta Jardini atau Red Spotted Pearl dari Papua dan Australia, yang menampilkan pola mutiara di tubuhnya.

Simbol Kemakmuran dan Keberuntungan

Bagi banyak masyarakat Asia, Arwana lebih dari sekadar ikan hias. Ia dianggap sebagai simbol keberhasilan dan kemakmuran. Dalam budaya Tionghoa, bentuk tubuhnya yang menyerupai naga dipercaya membawa hoki bagi pemiliknya. Tak heran, Arwana menjadi salah satu ikan akuarium paling dicari di dunia.

Namun di balik popularitasnya, Arwana menghadapi ancaman serius. Perdagangan berlebihan dan perusakan habitat menyebabkan populasinya menurun drastis. Sejak 2004, Arwana Asia masuk dalam daftar spesies terancam punah versi IUCN, serta dilindungi oleh CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora).

Warisan Alam yang Harus Dijaga

Sebagai spesies purba yang telah hidup selama jutaan tahun, Arwana merupakan bagian penting dari sejarah alam Indonesia. Keindahannya adalah cermin dari ekosistem sungai yang sehat — dan kerentanannya menjadi peringatan tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam.

Dari Sungai Kapuas hingga Merauke, Arwana adalah saksi bisu hubungan manusia dan air, alam dan budaya. Ikan naga ini mengajarkan bahwa kekayaan sejati Nusantara bukan hanya soal keindahan, tetapi juga tanggung jawab untuk melestarikannya.

Referensi:
Allen, G. R.; Midgley, S. H.; Allen, M. (2002). Field Guide to the Freshwater Fishes of Australia. Perth: Western Australia Museum.
Emiliana (2003). Arwana si Ikan Naga. Agromedia Pustaka, Jakarta.
Susanto, Heru (2001). Arwana. Penebar Swadaya, Jakarta.
Satria, H.E.S. dkk. (2013). Pendekatan Ekosistem untuk Pengelolaan Populasi Ikan Arwana Irian (Scleropages jardinii) di Sungai Kumbe, Merauke, Papua. Balai Penelitian Pemulihan dan Konservasi Sumberdaya Ikan, Purwakarta.

Editor : Jauhar Yohanis
#hari cinta puspa dan satwa nasional #tanggal 25 november