Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Menguap saat Salat, Harus Bagaimana? Simak Penjelasannya

Mohammad Basid Alharis • Selasa, 30 September 2025 | 23:21 WIB
Ilustrasi saat menguap
Ilustrasi saat menguap

JP Radar Kediri - Salat adalah momen yang sangat khusus bagi setiap muslim. Saat berdiri menghadap Allah SWT, kita berusaha memusatkan seluruh konsentrasi, ketundukan, dan kekhusyukan. Namun, dalam praktiknya, godaan dan gangguan kerap hadir, salah satunya adalah menguap.

Menguap adalah refleks alamiah tubuh yang hampir dialami setiap orang. Lalu, bagaimanakah hukum dan adab menguap saat sedang menunaikan salat? Artikel ini akan membahasnya berdasarkan tuntunan Rasulullah SAW.

Mengapa menguap? Secara medis, menguap sering dikaitkan dengan beberapa hal. Pertama karena kelelahan atau kantuk.

Ini adalah penyebab paling umum. Tubuh yang lelah atau kurang tidur akan memicu respons menguap untuk meningkatkan asupan oksigen.

Kedua, kebosanan atau kurang stimulasi. Aktivitas yang monoton, termasuk jika salat dilakukan tanpa pemahaman dan kekhusyukan, dapat memicu menguap.

Ketiga, sinyal dari otak. Beberapa penelitian menyebutkan menguap membantu mendinginkan otak yang kepanasan akibat aktivitas berlebihan.

Dalam perspektif Islam, menguap juga dikaitkan dengan sifat malas dan kantuk yang dapat mengurangi semangat beribadah.


Rasulullah SAW telah memberikan tuntunan yang jelas mengenai menguap, termasuk saat salat. Berikut adalah beberapa hadis yang menjadi landasannya.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: "Menguap itu dari setan. Apabila salah seorang dari kalian menguap, maka tahanlah semampunya. Karena apabila seseorang menguap lalu mengucapkan 'haah', setan akan tertawa". (HR. Bukhari).

Dari Abu Sa'id Al-Khudri RA, Nabi SAW bersabda, "Apabila salah seorang dari kalian menguap dalam salat, maka usahakanlah menahannya semampunya, karena bisa jadi setan masuk (ke dalam mulutnya)". (HR. Muslim).

Dari hadis-hadis di atas, dapat disimpulkan bahwa menguap berasal dari godaan setan yang ingin melemahkan semangat ibadah dan mengganggu kekhusyukan. Jadi diperintahkan untuk menahannya semampunya.

Lalu, apa yang harus dilakukan saat menguap dalam salat? Berdasarkan tuntunan Nabi SAW, berikut adalah langkah-langkah yang dianjurkan.

Pertama, berusaha menahan semampunya. Saat merasa akan menguap, usahakan untuk menutup mulut rapat-rapat dengan tangan jika memungkinkan.

Dalam salat, gerakan ini dapat dilakukan selama tidak merusak gerakan salat yang inti (seperti saat berdiri, kita bisa menutup mulut tanpa perlu turun rukuk). Ini adalah bentuk perlawanan terhadap godaan setan.

Kedua, jangan mengucapkan "Aah" atau Suara Lainnya. Salah satu hal yang dilarang adalah mengeluarkan suara "haah" atau semacamnya saat menguap.

Suara ini, menurut sabda Nabi, membuat setan tertawa. Oleh karena itu, meski menguap tidak bisa ditahan, tahanlah untuk tidak mengeluarkan suara.

Ketiga, tidak membatalkan salat. Penting untuk diketahui menguap, sekuat apapun, tidak membatalkan salat. Salat Anda tetap sah. Menguap di sini berkaitan dengan adab dan kekhusyukan, bukan syarat sah salat.

Jika harus menguap, tutup mulut dengan tangan kanan. Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda: "Apabila seorang dari kalian menguap, hendaklah ia menutup mulutnya dengan tangannya, karena setan akan masuk." (HR. Muslim).

Dalam konteks salat, jika gerakan mengangkat tangan untuk menutup mulut tidak mengganggu, hal ini boleh dilakukan. Namun, jika dikhawatirkan akan merusak gerakan salat, menahan dengan menutup mulut rapat-rapat tanpa mengangkat tangan sudah cukup.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#anak #agama #shalat #menguap #Keislaman