Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mengenal Lebih Dekat Tembakau Temanggung yang Digemari Industri Rokok di Jawa Timur

M. Mashadi • Sabtu, 20 September 2025 | 01:12 WIB


Tumbuhan tembakau di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
Tumbuhan tembakau di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

JP Radar Kediri - Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah memiliki julukan sebagai Kota Tembakau. Julukan sebagai Kota Tembakau disematkan karena Kabupaten Temanggung adalah salah satu daerah penghasil tembakau terbesar di Indonesia dan terbesar di Provinsi Jawa Tengah.

Dilansir dari laman bappeda.temanggungkab.go.id, tembakau Temanggung yang digunakan sebagai bahan baku rokok kretek serta pemberi rasa dan aroma (flavor grade) memang memiliki cita rasa yang khas.

Tembakau Temanggung yang dijuluki sebagai Emas Hijau ini dibudidayakan pada tujuh sentra produksi yaitu Lamuk, Lamsi, Paksi, Toalo, Tionggang, Swanbing, dan Kidulan.

Galih Saputra, petani tembakau asal Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung mengatakan, tembakau Temanggung diolah menjadi tembakau rajangan. Mutu yang diperoleh dipengaruhi oleh posisi daun pada batang. Semakin tinggi posisi daunnya, semakin tinggi juga mutunya. Makin tinggi posisi daunnya, makin tinggi juga kadar nikotinnya.

"Dan pasar tembakau kami myoritas digenari industri rokok di Jawa Timur," tuturnya.

Menurut Galih, selain posisi daun, ketinggian tempat penanaman juga sangat besar pengaruhnya terhadap mutu yang dihasilkan. Tembakau Temanggung ditanam dilahan dengan ketinggian 600 m dpl hingga 1.600 m dpl.

Perbedaan ketinggian tempat berpengaruh besar terhadapa umur tanaman tembakau. Semakin tinggi tempatnya, umur tanaman menjadi semakin panjang. Semakin panjang umur tanaman tembakau, maka waktu untuk mengakumulasi nikotin dalam daun juga semakin panjang.

Keadaan tersebut mempengaruhi kadar nikotin dalam daun tembakau. Tembakau yang disebut dengan srinthil hanya dapat terjadi di daerah dengan ketinggian di atas 800 mdpl. Akan tetapi tidak semua tempat dapat menghasilkan srinthil.

Menurut Galih, khususnya penghasil srinthil, mutu istimewa tersebut hanya dapat terjadi bila cuaca selama musim tanam tembakau sangat kering. Pada kondisi demikian daun yang berpotensi menjadi mutu srinthil, dapat diketahui setelah diperam 5 hari.

Ciri-ciri daun tersebut adalah berubah warna menjadi coklat kehitaman, tumbuhnya puthur (semacam hifa jamur berwarna kuning) dan mengeluarkan cairan dan aroma seperti alkohol.

Daun tembakau yang diperam tersebut tidak busuk, bila dirajang tidak menghasilkan struktur seperti serat, tetapi menjadi hancur menggumpal, bila telah kering berwarna coklat kehitaman sampai hitam cerah dan mengkilat.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#petani tembakau #Kota Tembakau #Temangggung #tembakau #rokok