Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Maulid Nabi Semakin Dekat, Yuk Salawat Thibbil Qulub Doa Penyembuh Jasmani dan Rohani

Mohammad Basid Alharis • Selasa, 2 September 2025 | 21:30 WIB
Ilustrasi bersalawat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Ilustrasi bersalawat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

JP Radar Kediri – Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW pada tanggal 5 September 2025 semakin dekat.

Peringati dengan memperbanyak salawat. Salawat merupakan bentuk cinta dan penghormatan umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW.

Diantara sekian banyak jenis salawat, Salawat Thibbil Qulub atau disebut juga Salawat Tibbil Qulub dikenal luas sebagai doa yang penuh makna penyembuhan, baik secara lahir maupun batin.

Salawat ini sangat populer dibaca saat menjenguk orang sakit, dalam majelis dzikir, atau sebagai amalan pribadi untuk memohon kesehatan dan keberkahan.

Berikut teks lengkap Salawat Thibbil Qulub dalam bahasa Arab, latin, dan artinya.

Arab:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ القُلُوبِ وَدَوَائِهَا، وَعَافِيَةِ الأَبْدَانِ وَشِفَائِهَا، وَنُورِ الأَبْصَارِ وَضِيَائِهَا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Latin: Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammadin thibbil quluubi wa dawa’iha, wa ‘aafiyatil abdaani wa shifa’iha, wa nuuril abshaari wa dhiya’iha, wa ‘ala aalihi wa shahbihi wa sallim.

Artinya: Ya Allah, limpahkanlah salawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang merupakan penawar hati dan obatnya, kesehatan badan dan penyembuhnya, cahaya pandangan dan sinarnya, serta juga kepada keluarga dan para sahabatnya, dan berikanlah keselamatan.

Salawat tibbil qulub memiliki makna dan keutamannya. Pertama, sebagai doa penyembuh hati dan jiwa.

Frasa "thibbil qulub" (penyembuh hati) mengandung makna bahwa dengan membaca salawat ini, kita memohon agar Allah menenangkan hati dari kesedihan, kegelisahan, dan penyakit-penyakit batin seperti iri, dengki, dan sombong.

Kedua, sebagai doa kesembuhan fisik. Frasa "wa dawa’iha" dan "wa shifa’iha" menjadikan salawat ini sebagai wasilah (perantara) untuk memohon kesembuhan dari penyakit fisik.

Banyak orang yang membaca salawat ini ketika sedang sakit atau mendoakan orang yang sakit.

Ketiga, dapat menjadi penerang pandangan dan hati. Frasa "nuuril abshaari wa dhiya’iha" menandakan harapan agar pandangan baik lahir maupun batin diberi cahaya oleh Allah.

Ini berarti petunjuk hidup, kemampuan membedakan yang hak dan batil, serta visi hidup yang terang.

Keempat, mendatangkan rahmat Allah. Salawat apapun yang dibaca dengan tulus akan mendatangkan rahmat Allah, karena dalam hadits disebutkan bahwa siapa yang bersalawat kepada Nabi, Allah akan bersalawat (rahmat) kepadanya 10 kali.

"Siapa yang bersalawat untukku satu kali, maka Allah akan bersalawat kepadanya sepuluh kali." (HR. Muslim).

Salawat Thibbil Qulub bisa dibaca kapan saja, namun sangat dianjurkan pada momen-momen seperti saat menjenguk orang sakit.

Setelah sholat fardhu atau sunnah. Saat merasa gelisah, sedih, atau cemas Dalam majelis dzikir atau pengajian. Dan sebelum tidur sebagai dzikir malam

Jadi, Salawat Thibbil Qulub adalah bukti bahwa Islam tidak hanya mementingkan aspek ibadah ritual, tetapi juga kesehatan jiwa dan raga.

Melalui bacaan ini, umat Islam diajarkan untuk senantiasa mengingat Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa rahmat dan penyembuh dari segala penyakit, baik fisik maupun spiritual.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#Peringatan Maulid #maulid nabi #doa harian #Shalawat