JP Radar Kediri – Tidak lama lagi pergantian akan pergantian awal tahun 1447 Hijriah. Namun banyak belum tahu perbedaan tahun hijriyah dengan tahun masehi.
Karena dua sistem penanggalan yang umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Keduanya memiliki fungsi yang penting dalam konteks sosial, budaya, dan keagamaan. Namun, terdapat perbedaan mendasar antara keduanya dari segi asal-usul, sistem perhitungan, dan penggunaannya.
Pertama, perbedaan asal-usul. Tahun Masehi (dikenal juga sebagai kalender Gregorian) berasal dari sistem penanggalan Romawi yang disempurnakan oleh Paus Gregorius XIII pada tahun 1582. Tahun 1 Masehi ditandai dengan kelahiran Nabi Isa (Yesus Kristus) menurut tradisi Kristen.
Tahun Hijriyah, atau kalender Islam, dimulai dari peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Kalender ini resmi digunakan pada masa Khalifah Umar bin Khattab sebagai sistem penanggalan umat Islam.
Kedua, mengenai sistem perhitungan. Kalender Masehi menggunakan perhitungan matahari (solar), yaitu satu tahun terdiri dari sekitar 365,25 hari, yang dibagi dalam 12 bulan. Setiap empat tahun sekali terdapat tahun kabisat dengan 366 hari.
Sedangkan kalender Hijriah menggunakan perhitungan bulan (lunar), yaitu satu tahun terdiri dari 354 atau 355 hari. Setiap bulan Hijriyah dimulai dengan terlihatnya hilal (bulan sabit pertama) dan terdiri dari 29 atau 30 hari. Karena perbedaan ini, kalender Hijriyah lebih pendek sekitar 10 sampai 11 hari dibanding kalender Masehi setiap tahunnya.
Ketiga, adalah nama-nama bulan. Nama bulan dalam kalender Masehi mulai dari Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November, Desember.
Sedangkan nama bulan dalam kalender Hijriyah dimulai Muharram, Safar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya'ban, Ramadan, Syawal, Dzulqa’dah, Dzulhijjah.
Keempat, mengenai penggunaan. Kalender Masehi digunakan secara internasional untuk kepentingan administrasi, pendidikan, perdagangan, dan kehidupan sehari-hari.
Kalau kalender Hijriyah digunakan dalam konteks keagamaan Islam, seperti penentuan puasa Ramadan, Idulfitri, Iduladha, dan ibadah haji.
Kelima, penyesuaian waktu. Karena kalender Hijriyah lebih pendek, maka tanggal-tanggal penting dalam Islam seperti Ramadan dan Iduladha akan selalu bergeser ke lebih awal setiap tahunnya dalam kalender Masehi.
Dalam siklus sekitar 33 tahun Masehi, satu tahun Hijriyah akan berputar penuh melalui semua musim.
Jadi, tahun Masehi dan Hijriah memiliki sistem perhitungan dan dasar sejarah yang berbeda. Keduanya penting sesuai dengan konteksnya. Kalau tahun Masehi untuk keperluan umum global.
Sedangkan tahun Hijriah untuk ibadah dan kegiatan keagamaan umat Islam. Memahami keduanya membantu kita menghargai keragaman budaya dan spiritual dalam kehidupan modern.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah