Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jangan Sampai Lupa, Ini Bacaan Niat dan Tata Cara Salat Idul Adha

Mohammad Basid Alharis • Jumat, 30 Mei 2025 | 00:06 WIB
Ilustrasi salat Idul Adha.
Ilustrasi salat Idul Adha.

JP Radar Kediri - Salat Idul Adha adalah salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam.

Dan dilaksanakan setahun sekali pada tanggal 10 Dzulhijjah, bertepatan dengan hari raya Idul Adha. Salat ini menjadi bagian dari syiar Islam yang agung dan memiliki banyak keutamaan.

Seperti ibadah lainnya, Salat Idul Adha diawali dengan niat yang tulus karena Allah SWT.

Niat adalah syarat sah dalam setiap ibadah, termasuk salat. Niat dalam hati sudah mencukupi, namun melafalkannya juga diperbolehkan sebagai bentuk penguat.

Ini bacaan niat Salat Idul Adha:

> أُصَلِّي سُنَّةَ لِعِيْدِ الأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:
Ushalli sunnatal li 'idil adha rak‘ataini lillaahi ta‘aala.

Artinya:
"Aku niat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat karena Allah Ta’ala."

Niat ini dibaca sebelum takbiratul ihram. Lalu, salat Idul Adha terdiri dari dua rakaat dan memiliki takbir tambahan sebagai berikut.

Pertama, pada rakaat pertama membaca takbiratul ihram. Lalu, membaca takbir tambahan sebanyak 7 kali.

Membaca Al-Fatihah dan surah pilihan (biasanya Surah Al-A’la atau Qaf).

Baca Juga: Ingat! Ini Bacaan Niat Puasa Sunnah Tarwiyah dan Arafah

Ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua.

Kedua, pada rakaat kedua bangkit dari sujud ke rakaat kedua.

Membaca takbir tambahan sebanyak 5 kali. Membaca Al-Fatihah dan surah pilihan (biasanya Surah Al-Ghasyiyah atau Al-Qamar).

Ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua. Tasyahud akhir dan salam.

Setelah sholat, dilanjutkan dengan khutbah Idul Adha.

Sedangkan salat Idul Adha memiliki keutamaan. Antara lain menghidupkan Sunnah Rasulullah SAW. Salat Idul Adha adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan), yang senantiasa dikerjakan Rasulullah SAW dan para sahabat.

Kedua, sebagai bentuk syukur kepada Allah. Dimana hari raya Idul Adha adalah hari besar umat Islam.

Sholat ini menjadi sarana untuk bersyukur atas segala nikmat, terutama nikmat iman dan kesempatan berkurban.

Ketiga, menguatkan ukhuwah Islamiyah.
Dilaksanakan secara berjamaah, sholat ini mempererat silaturahmi antar umat Islam. Ia menjadi simbol persatuan dan kebersamaan.

Keempat, mendapatkan pahala yang besar. Walau sunnah, pahala sholat Idul Adha sangat besar. Ia juga menjadi pembuka amal kebaikan di hari-hari Tasyriq (11–13 Dzulhijjah), hari-hari yang penuh keutamaan.

Kelima, momentum pengingat ketakwaan dan pengorbanan. Idul Adha mengingatkan umat pada keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS dalam hal keikhlasan dan ketaatan kepada Allah.

Salat Id mengajak umat merefleksikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Lagi, Jemaah Kediri Dilarikan ke RS Al Abeer di Makkah

Salat Idul Adha bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum spiritual yang dalam maknanya. Memulai dengan niat yang benar dan melaksanakannya sesuai sunnah akan membawa keberkahan dan pahala yang besar.

Mari manfaatkan hari raya Idul Adha untuk meningkatkan ketakwaan, mempererat ukhuwah, dan memperbanyak amal kebaikan.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#islam #idul adha #niat sholat idul adha #salat idul adha