JP Radar Kediri – Musim haji tahun ini mulai dekat, banyak Jemaah haji diberbagai Negara di seluruh dunia termasuk Indonesia mulai berangkat ke Tanah Suci Negara Saudi Arabia (Kota Mekkah dan Madinah).
Tempat suci umat islam akan dilaksanakan ibadah haji bulan dzulhijjah setiap satu tahun sekali.
Namun, banyak orang masih belum memahami perbedaan ibadah haji dengan ibadah umrah. Karena kedua ibadah itu sama-sama perjalanan spiritual ke Tanah Suci, Makkah, yang memiliki keutamaan besar.
Meski keduanya termasuk dalam ibadah yang sangat dianjurkan, namun ibadah haji dan umroh memiliki perbedaan dalam hukum, waktu pelaksanaan, rukun, serta keutamaannya.
Berikut penjelasan lengkap mengenai perbedaan antara ibadah haji dan umroh. Pertama adalah hukum ibadah keduanya. Hukum ibadah haji adalah ibadah wajib bagi setiap Muslim yang mampu secara fisik, mental, dan finansial, sekali seumur hidup.
Hukum ini berdasarkan firman Allah dalam Surah Ali Imran ayat 97,
“...Dan (di antara kewajiban) manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke sana...”.
Sedangkan ibadah umrah hukumnya sunnah muakkad (sangat dianjurkan), tetapi menurut sebagian ulama seperti Imam Syafi’i, umrah juga wajib sekali seumur hidup. Namun, mayoritas ulama memandang umrah sebagai ibadah sunnah.
Kedua, waktu pelaksanaan. Ibadah Haji hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu, yaitu dari tanggal 8 hingga 13 Dzulhijjah dalam kalender Hijriah. Waktu-waktu ini disebut sebagai musim haji. Sedangkan umrah dapat dilaksanakan kapan saja sepanjang tahun, tidak terikat waktu khusus, kecuali pada hari-hari tertentu yang dilarang seperti hari Arafah bagi yang tidak berhaji.
Ketiga, rukun ibadah. Rukun haji niat ihram dari miqat, wukuf di Arafah (rukun utama), tawaf ifadah, Sa’i antara Shafa dan Marwah, Tahallul (mencukur/memotong rambut), tertib dalam pelaksanaannya.
Sedangkan rukun umrah adalah niat ihram dari miqat, tawaf mengelilingi Ka'bah, Sa’i antara Shafa dan Marwah dan Tahallul. Perbedaan paling mencolok adalah umrah tidak memiliki wukuf di Arafah.
Baca Juga: Pentingnya Manasik Haji bagi Calon Jemaah Haji
Keempat, lama pelaksanaan. Pelaksanaan haji memerlukan waktu lebih lama, minimal 5 hingga 6 hari, karena ada rangkaian kegiatan di beberapa lokasi (Mina, Arafah, Muzdalifah, dan Makkah). Sedangkan umrah dapat diselesaikan dalam waktu beberapa jam hingga 1 hari, karena hanya dilakukan di sekitar Masjidil Haram.
Kelima, tempat yang dituju. Haji meliputi perjalanan ke beberapa tempat suci di Makkah (Ka'bah), Arafah, Muzdalifah, Mina. Sedangkan umrah hanya dilakukan di sekitar Masjidil Haram, Shafa dan Marwah.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah