Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Serupa tapi Tidak Sama, Inilah Perbedaan Easter dan Passover

Redaksi Radar Kediri • Senin, 21 April 2025 | 03:29 WIB
Serupa tapi Tidak Sama, Inilah Perbedaan Easter dan Passover
Serupa tapi Tidak Sama, Inilah Perbedaan Easter dan Passover

JP Radar Kediri- Easter dan Passover sering kali muncul di kalender pada waktu yang berdekatan, bahkan terkadang jatuh di minggu yang sama.

Keduanya sama-sama merupakan perayaan keagamaan yang penting, tetapi berasal dari dua tradisi yang berbeda—Kristen dan Yahudi.

Meskipun memiliki beberapa kemiripan dalam hal tema, seperti kebebasan, pembaruan, dan pengharapan, Easter dan Passover memiliki asal-usul, makna, dan cara perayaan yang sangat berbeda. Serupa, tapi tidak sama.

Easteratau Paskah dalam tradisi Kristen adalah perayaan kebangkitan Yesus Kristus dari kematian setelah disalibkan.

Ini adalah inti dari iman Kristen, karena kebangkitan Kristus diyakini sebagai bukti kemenangan-Nya atas dosa dan kematian, serta janji keselamatan bagi umat manusia.

Perayaan ini biasanya berlangsung pada hari Minggu, tiga hari setelah Jumat Agung (hari penyaliban Yesus), dan ditandai dengan misa, ibadah Paskah, serta berbagai simbol seperti salib, lilin Paskah, dan dalam budaya populer yaitu telur dan kelinci.

Dasar perayaan Easter dapat ditemukan dalam Alkitab, khususnya dalam Injil-Injil yang mencatat kebangkitan Yesus (Matius 28, Markus 16, Lukas 24, Yohanes 20).

Bagi umat Kristen, Easter adalah momen kemenangan rohani dan perayaan kasih Allah yang telah mengalahkan maut.

Sementara itu, Passover atau Paskah Yahudi adalah peringatan atas peristiwa keluarnya bangsa Israel dari perbudakan di Mesir, sebagaimana tercatat dalam Kitab Keluaran (Keluaran 12).

Perayaan ini berlangsung selama tujuh hingga delapan hari, dan dimulai dengan malam Paskah (Seder), yaitu makan malam keluarga yang penuh makna simbolis. Dalam perjamuan Seder, berbagai makanan khas disajikan, masing-masing melambangkan aspek dari penderitaan dan pembebasan yang dialami leluhur bangsa Yahudi.

Salah satu inti utama Passover adalah mengenang bagaimana Tuhan, melalui Musa, membebaskan umat-Nya dari penindasan, dan melewatkan (pass over) rumah-rumah bangsa Israel ketika malapetaka menimpa Mesir.

Itulah sebabnya disebut “Passover.” Perayaan ini sangat identik dengan tema kebebasan dan identitas spiritual bangsa Yahudi.

Menariknya, Easter dan Passover memang berkaitan secara historis. Yesus sendiri merayakan Passover bersama para murid-Nya dalam Perjamuan Terakhir sebelum Ia disalibkan (Lukas 22:7–20). Inilah yang kemudian menjadi dasar bagi perjamuan kudus dalam tradisi Kristen.

Namun setelah kebangkitan-Nya, umat Kristen awal mulai memperingati hari tersebut bukan hanya sebagai Passover Yahudi, melainkan sebagai momen kebangkitan Mesias, yang kemudian dikenal sebagai Easter.

Secara garis besar, perbedaan utama antara Easter dan Passover terletak pada fokus perayaannya.

Easter berpusat pada kebangkitan Kristus sebagai inti dari iman Kristen, sedangkan Passover berpusat pada pembebasan bangsa Israel dari Mesir, sebagai pengingat akan kasih setia Tuhan terhadap umat-Nya.

Dengan kata lain, meskipun kedua perayaan ini terjadi hampir bersamaan dan sama-sama memiliki makna spiritual yang dalam, Easter dan Passover memiliki latar belakang, isi, dan makna teologis yang berbeda.

Memahami perbedaan ini tidak hanya memperkaya pemahaman kita terhadap sejarah dan iman, tetapi juga menunjukkan bagaimana dua tradisi besar ini merayakan karya Tuhan dalam kehidupan umat-Nya, dengan cara yang unik dan penuh makna.

Penulis: Joenaidi Zidane, Mahasiswa Magang Politeknik Negeri Madiun (PNM)

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#Serupa #Tak Sama #paskah