JP Radar Kediri- Paskah adalah perayaan paling penting dalam tradisi Kristen, yang memperingati kebangkitan Yesus Kristus pada hari ketiga setelah penyaliban-Nya.
Salah satu tradisi yang identik dengan perayaan Paskah setiap tahunnya adalah kegiatan menghias telur. Aktivitas ini umumnya melibatkan anak-anak sebagai bentuk keseruan dalam menyambut hari Paskah.
Telur yang digunakan biasanya telah direbus terlebih dahulu, kemudian dihias dengan berbagai warna cat atau ditambahkan ornamen sesuai imajinasi dan kreasi masing-masing anak.
Sebenarnya, telur sudah lama menjadi simbol kehidupan baru dan kesuburan, bahkan sebelum era Kekristenan.
Dalam budaya pagan Eropa yakni tradisi non-Kristen yang berkembang sebelum agama Kristen menyebar telur melambangkan regenerasi yang datang bersamaan dengan musim semi.
Ketika Kekristenan mulai berkembang, umat Kristen awal mengambil simbol ini dan memberikan makna baru yaitu bukan lagi regenerasi alam, tetapi kebangkitan Yesus dan kehidupan baru bagi para pengikut-Nya.
Dekorasi telur pun dipercaya sudah ada sejak abad ke-13, sedangkan parade Paskah punya akar sejarah yang bahkan lebih tua.
Dalam konteks Kristen, telur Paskah memiliki makna religius yang dalam. Ia melambangkan kebangkitan Yesus dari kubur, kehidupan yang muncul dari kematian.
Di sisi lain, telur juga punya makna praktis pada masa sebelum peternakan modern, ayam cenderung tidak bertelur banyak selama musim dingin karena minimnya sinar matahari.
Ketika musim semi tiba dan matahari kembali bersinar, ayam mulai bertelur kembali itulah sebabnya telur menjadi simbol musim semi dan secara tidak langsung, menjadi bagian dari perayaan Paskah.
Di masa lalu, telur bahkan dianggap begitu berharga hingga digunakan sebagai bentuk pembayaran, termasuk untuk para pekerja gereja, pembantu, bahkan pendeta.
Jadi, meskipun Paskah merupakan hari raya agama yang sarat makna spiritual, banyak tradisinya termasuk menghias telur berwarna berasal dari campuran budaya lama dan perkembangan tradisi yang terus berubah seiring zaman.
Penulis: Yulita Dyah Kusumasari
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastika
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira