JP Radar Kediri- Pernikahan dalam Islam bukan hanya sekadar akad, tetapi juga sebuah ibadah yang sakral dan penuh berkah.
Salah satu hal yang penting dalam pernikahan adalah walimatul ursy atau pesta pernikahan, yang merupakan perayaan atau jamuan makan sebagai bentuk syukur atas terlaksananya akad nikah.
Walimatul ursy menjadi momen penting bagi keluarga dan kerabat untuk berkumpul dan merayakan kebahagiaan bersama mempelai.
Namun, perayaan ini harus tetap dilakukan sesuai dengan syariah Islam agar tidak melanggar prinsip-prinsip yang telah ditetapkan oleh agama.
Berikut adalah beberapa pedoman walimatul ursy yang sesuai dengan syariah Islam.
Pertama, walimatul ursy dalam Islam bertujuan untuk mengumumkan pernikahan dan membagikan kebahagiaan kepada keluarga dan masyarakat sekitar.
Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik.
"Adakanlah walimah, meskipun hanya dengan seekor kambing" (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadits ini menunjukkan bahwa walimatul ursy adalah salah satu bentuk sunnah yang dianjurkan dalam Islam, namun tidak perlu berlebihan.
Sebuah acara walimah yang sederhana namun penuh keberkahan sudah cukup untuk mengumumkan pernikahan dan berbagi kebahagiaan.
Kedua, menjaga kesederhanaan. Salah satu prinsip yang sangat ditekankan dalam Islam adalah kesederhanaan, baik dalam pelaksanaan akad nikah maupun walimatul ursy.
Meskipun walimah merupakan momen yang membahagiakan, acara tersebut tidak boleh menjadi ajang pemborosan atau berlebihan.
Dalam hal ini, Rasulullah SAW memberikan contoh yang sangat baik dengan menyarankan untuk tidak membebani diri dengan biaya yang tidak perlu. Bahkan, walimatul ursy bisa dilaksanakan dengan sederhana seperti yang tercermin dalam hadits di atas.
Ketiga, mengundang orang yang berhak hadir. Islam mengajarkan agar walimatul ursy dihadiri oleh orang-orang yang berhak, terutama kerabat dekat, tetangga, dan teman-teman yang memang diundang.
Menurut syariah, walimah tidak harus mengundang seluruh lapisan masyarakat, tetapi cukup mengundang orang-orang terdekat yang bisa turut mendoakan keberkahan pernikahan.
Rasulullah SAW bersabda, "Jika seseorang diundang ke walimah, maka hendaklah ia memenuhi undangan itu." (HR. Bukhari dan Muslim)
Namun, hendaknya acara ini tidak menjadi ajang untuk memperlihatkan kemewahan atau pamer status sosial.
Menjaga agar hanya orang-orang yang perlu hadir akan menghindarkan dari praktik yang tidak sesuai dengan syariah, seperti pemborosan atau riya.
Keempat, menghindari hal-hal yang bertentangan dengan syariah.
Agar walimatul ursy tetap sesuai dengan syariah Islam, perlu diperhatikan beberapa hal yang tidak diperbolehkan, seperti hiburan yang mengandung kemaksiatan.
Acara walimah sebaiknya tidak diiringi dengan hiburan yang melanggar syariah, seperti musik yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam, tarian yang tidak menjaga adab, atau kegiatan lain yang mengarah pada maksiat.
Kemudian yang tidak diperbolehkan adalah campur baur antara laki-laki dan perempuan.
Islam mengajarkan agar lelaki dan wanita yang bukan mahram tidak bercampur baur tanpa batas dalam acara tersebut.
Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa ada pemisahan yang jelas antara laki-laki dan perempuan, terutama jika mereka bukan mahram.
Baca Juga: Inilah TPS-TPS 'Cantik' di Pilkada Kediri Raya, dari Konsep Pernikahan hingga Adat Papua
Berpakaian Secara Sopan. Hadir dengan pakaian yang sopan dan menutup aurat adalah kewajiban bagi setiap individu yang menghadiri walimatul ursy.
Baik mempelai, tamu, maupun penyelenggara acara harus menjaga aurat dan tidak melakukan perbuatan yang bertentangan dengan adab Islam.
Kelima, memberikan makanan yang halal dan bergizi. Dalam sebuah walimatul ursy, penyajian makanan harus memenuhi syarat halal dan bergizi.
Makanan yang disajikan dalam acara tersebut sebaiknya tidak mengandung unsur yang haram atau syubhat.
Selain itu, walimatul ursy harus bertujuan untuk memberikan kebahagiaan bagi tamu undangan, bukan untuk menunjukkan kemewahan atau perayaan yang berlebihan.
Rasulullah SAW bersabda, "Makanan yang paling baik adalah makanan yang disajikan dalam walimah pernikahan." (HR. Muslim).
Namun demikian, makanan yang disajikan harus tetap mengutamakan kualitas dan kesederhanaan, sesuai dengan tuntunan syariah yang mendorong umat Islam untuk menghindari pemborosan.
Keenam, doa dan niat yang ikhlas. Salah satu hal yang sangat penting dalam setiap acara pernikahan, termasuk walimatul ursy, adalah niat yang tulus dan ikhlas.
Semua yang dilakukan dalam acara ini harus didasarkan pada niat untuk mengharap ridha Allah SWT, bukan untuk mencari pujian atau popularitas di hadapan orang lain.
Selama acara walimatul ursy, sangat dianjurkan untuk memanjatkan doa bersama, baik dari mempelai maupun para tamu undangan, agar pernikahan yang dijalani penuh dengan keberkahan, kebahagiaan, dan keharmonisan.
Ketujuh, menghindari pemborosan dan berlebih-lebihan. Walimatul ursy seharusnya tidak menjadi ajang pemborosan.
Islam sangat menentang pemborosan dalam segala hal, termasuk dalam pernikahan.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an, "Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara setan, dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya." (QS. Al-Isra: 27).
Walaupun tujuan walimatul ursy adalah berbagi kebahagiaan, itu harus dilakukan dengan cara yang sesuai dengan prinsip kesederhanaan dan tidak melampaui batas.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel
Editor : Anwar Bahar Basalamah