JP Radar Kediri - Nabi Yahya merupakan salah satu nabi yang wajib diketahui oleh umat islam. Akhir hayat Nabi Yahya cukup tragis. Beberapa riwayat menyebutkan kisah akhir perjalanan hidup Nabi Yahya karena teguh pada prinsip dakwahnya.
Dalam salah satu versi cerita itu, Nabi Yahya digambarkan sebagai seorang nabi yang sangat saleh dan berbakti kepada orang tuanya. Allah SWT mengutus Nabi Yahya untuk menyerukan kebenaran, mengajarkan syariat, dan mempersiapkan kedatangan Nabi Isa. Selain itu, Nabi Yahya dikenal karena sifat zuhudnya yang luar biasa, meninggalkan kesenangan duniawi dan hidup dengan hidup yang sederhana.
Nabi Yahya dikisahkan menolak cinta seorang putri raja bernama Salome. Putri raja dan ibunya, Herodias, menjadi marah dan menganggapnya sebagai ancaman.
Herodias mengambil kesempatan saat Herodes Antipas mengadakan pesta besar. Salome, putri Herodias, menari di depan orang-orang yang hadir dan memukau Herodes. Sebaliknya, Herodes memberi Salome apa pun yang dia inginkan. Dengan didorong oleh ibunya, Salome meminta kepala Nabi Yahya di atas piring. Di hadapan banyak saksi, Herodes akhirnya memutuskan untuk memenggal Nabi Yahya.
Kepala Nabi Yahya dibawa kepada Salome dan Herodias setelah dia dipenggal, dan tubuhnya dimakamkan oleh pengikutnya. Menurut beberapa versi, kepala dan tubuhnya dimakamkan terpisah, tetapi ada juga yang mengatakan bahwa akhirnya keduanya disatukan.
Kematian Nabi Yahya berdampak besar pada kerajaan tersebut. Akibat tindakan keji yang terjadi, kepemimpinan Herodes Antipas semakin dipertanyakan, dan moral masyarakat terguncang. Nabi Yahya sendiri dihormati sebagai representasi keberanian dan keteguhan yang ditunjukkannya dalam menegakkan kebenaran.
Tubuh dan kepala Nabi Yahya akhirnya dimakamkan di tempat yang sama. Menurut beberapa sumber, makam Nabi Yahya berada di Masjid Umayyah di Damaskus, Suriah.
Penulis: Laila Karima
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira