Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tidak Ada Tabur Bunga Atau Nisan, Inilah Proses Pemakaman Jika Kita Meninggal di Makkah

Ilmidza Amalia Nadzira • Senin, 3 Maret 2025 | 22:03 WIB
Perbedaan pemakaman di Indonesia dan di Makkah.
Perbedaan pemakaman di Indonesia dan di Makkah.

JP Radar Kediri - Selama bulan haji, jemaah haji asal Indonesia yang meninggal dunia berkisar satu perseribu orang.

Menurut data dari Kemenag.go.id, setidaknya ada sekitar 200 orang meninggal di Jeddah, Makkah al Mukarramah dan Madinah al Munawarrah per musim haji.

Untuk itu pemerintah kota masing-masing daerah harus mempersiapkan pemakaman bagi jamaah haji, termasuk jemaah asal Indonesia yang meninggal dunia selama bulan haji.

Di Makkah setidaknya ada tiga tempat pemakaman umum yang biasa digunakan untuk mengubur jemaah haji, termasuk jemaah yang datang dari Indonesia. Namun umat muslim di Indonesia harus tahu, perbedaan pemakaman di Indonesia dan di Makkah. Dilansir dari Kemenag.go,id berikut perbedaannya.

  1. Tidak ada penggalian lubang kuburan. Makamnya seperti bunker atau ruang bawah tanah yang bisa dibuka bagian atasnya.

    Setelah sisi ujung bagian atas dibuka, pekerja pemakaman masuk ke dalam bunker menggunakan tangga besi setinggi 2-2,5 meter yang mereka bawa. Pekerja yang di bawah lalu menerima jenazah.

    Setelah itu para pekerja itu naik keluar dari bunker usai memasukkan jenazah ke bunker.

  2. Setelah itu, kuburan kembali ditutup dengan balok beton kemudian diuruk dengan pasir. Setelah jenazah dikubur ada puluhan orang memakai baju gamis putih-putih menghadap ke arah qiblat.

    Mereka juga mendoakan jenazah yang dikubur itu. Usai berdoa, mereka bubar keluar dari komplek pemakaman.

  3. Tidak ada prosesi tabur bunga usai proses pemakaman berlangsung. Hal ini juga menjadi pembeda proses pemakaman di Indonesia.

    Biasanya di Indonesia usai dilakukan penguburan jenazah, para keluarga atau yang hadir pasti menaburkan bunga. Baru setelah itu mendoakan almarhum yang selesai dikubur.

    Baca Juga: Siswa Belajar di Rumah Mulai Tanggal Berapa selama Ramadan? Cek Jadwal Lengkapnya di Sini
  4. Tak hanya itu, nanti setelah enam bulan atau setahun, jenazah akan dilihat apakah sudah rusak atau belum.

    Jika diperlukan jasad akan digeser ke sisi tembok yang lain. Penggeseran ini juga harus ada surat izin dari pemerintah Arab Saudi.

    Setelah digeser nantinya liang lahat yang serupa bunker itu akan diisi dengan jenazah yang baru meninggal di Makkah.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #pemakaman #meninggal di makkah #ibadah haji #berita haji #Makkah Al Mukarramah #arab suadi