Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

NU dan Muhammadiyah Puasa Ramadan Pertama Barengan atau Tidak? Begini Penjelasannya

Ilmidza Amalia Nadzira • Jumat, 28 Februari 2025 | 18:28 WIB
Photo
Photo

Informasi mengenai awal puasa Ramadan selalu menjadi perbincangan hangat Masyarakat Indonesia.

Beberapa Ormas seperti Muhammadiyah telah menetapkan secara resmi awal puasa Ramadan jatuh pada besok, Sabtu (1/3).

Sementara, pemerintah masih akan menggelar sidang Isbat pada hari ini, Jum’at (28/2) di Auditorium H.M Rasjidi, Kementerian Agama Jakarta Pusat.

Pelaksanaan sidang ini akan diikuti oleh MUI, ahli falak, BMKG, perwakilan DPR, MA (Mahkamah Agung), serta perwakilan dari Ormas Islam, seperti NU.

Namun, apakah penetapan awal Ramadan akan berpotensi sama antara Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah?

Menurut beberapa informasi, awal puasa Ramadan diprediksi berbeda antara Pemerintah, NU dan Muhammadiyah.

Salah satunya menurut keterangan dari Thomas Djamaluddin, seorang Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika dari Pusat Riset Antariksa BRIN.

Ia mengungkapkan bahwa hilal yang memenuhi kriteria MABIMS hanya terlihat di wilayah Aceh.

“Awal Ramadan ini posisi hilal yang memenuhi kriteria itu hanya di wilayah Aceh, di wilayah lain belum memenuhi kriteria," kata Thomas dalam unggahan YouTube BRIN Indonesia.

Thomas menilai bahwa posisi bulan di Aceh pada (28/2) mencapai ketinggian 4,5 derajat dengan elongasi 6,4 derajat, sehingga memenuhi kriteria dari imkanur rukyat.

Tetapi, daerah lain seperti Surabaya, tinggi bulan diperkirakan hanya mencapai 3,7 derajat dengan elongasi geosentrik 5,8 derajat, yang artinya masih berada di bawah standar MABIMS.

Melalui pengamatan tersebut, BRIN memprediksi kemungkinan besar pemerintah akan menetapkan 1 Ramadan 1446 H jatuh pada Ahad, 2 Maret 2025.

Meski begitu, Menteri Agama Nassaruddin Umar menegaskan bahwa keputusan akan tetap diambil melalui sidang isbat.

"Semua orang bisa memprediksi, tapi keputusan rapat (sidang isbat) itu besok ditentukan ya,” tegas Nassaruddin Umar.

Sejalan dengan itu, NU akan menunggu penentuan resmi dari pemerintah.

Untuk itu, masyarakat tetap dihimbau untuk menunggu keputusan resmi sidang Isbat serta memantau setiap informasi yang akan disampaikan Kemenag melalui saluran TV.

Penulis: Eka Fitria Lusiana

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.   

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #1446 H #marhaban ya ramadhan #puasa ramadan #nu #marhaban ya ramadan #Muhammadiyah #2025 #ramadan #Kemenag