Penetapan awal puasa Ramadhan seringkali mengalami perbedaan pada kalender masehi dan kalender hijriah.
Dalam hal ini, pemerintah dan organisasi keagamaan memiliki metode yang berbeda dalam penetapannya.
Jika Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1446 pada tanggal 1 Maret 2025 mendatang. Nahdlatul Ulama’ belum menetapkan secara pasti, kapan awal puasa dilaksanakan.
NU melalui Lembaga Falakiyah PBNU dalam penetapannya menggunakan metode yang sama dengan pemerintah, yaitu melalui rukyatul hilal dan hisab.
Proses ini dilakukan serentak pada sejumlah titik-titik tertentu meliputi pinggiran pantai yang mengarah ke barat atau gedung tinggi di ufuk barat.
Penetapan ini mirip seperti yang dilakukan oleh pemerintah.
NU memiliki dua metode dalam menentukan datangnya bulan suci Ramadhan, yaitu melalui rukyatul hilal dan hisab.
1. Rukyatul Hilal
Rukyatul Hilal merupakan proses melihat bulan secara langsung pada akhir bulan Syaban.
Penentuan awal puasa ramadhan melalui metode ini dilakukan dengan melihat secara langsung pemantauan bulan berbentuk sabit atau belum.
Kemenag akan menentukan titik di penjuru Indonesia untuk melihat kemunculan hilal. Pengamatan ini dilakukan pada hari ke 29 atau malam ke 30 bulan Syaban.
Jika hilal belum nampak, maka hitungan bulan Syaban genap menjadi 30 hari. Namun, ketika hilal telah terlihat, maka ditetapkan pada malam berikutnya sudah masuk Ramadhan.
Baca Juga: Jangan Takut Beli Pertamax, Pihak Pertamina Pastikan Bukan Campuran!
2. Hisab
Metode hisab atau penghitungan peredaran bulan terhadap bumi dilakukan oleh ahli astronomi.
Penetapan metode ini menyakini bahwa terdapat hilal walaupun belum terlihat dengan mata telanjang selama memenuhi kriteria tertentu.
Kriteria tersebut yakni, Pertama, telah terjadi ijtimak (konjungsi).
Kedua, ijtimak terjadi sebelum matahari terbenam.
Ketiga, saat terjadi proses matahari terbenam, piringan bulan berada di atas ufuk (bulan baru telah muncul).
Dengan demikian, penetapan jadwal awal puasa Ramadhan versi NU akan mengikuti hasil sidang Isbat yang telah dijadwalkan oleh Kementerian Agama RI, pada Jum’at, 28 Februari 2025 di Auditorium H.M Rasjidi, Kemenag Jakarta Pusat.
Penulis: Eka Fitria Lusiana
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira