Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kapan Batas Akhir Bayar Hutang Puasa?

M Sahrul Mubarok • Minggu, 16 Februari 2025 | 17:31 WIB

Jangan tunda bayar utang puasa
Jangan tunda bayar utang puasa
Jangan Tunda Lagi! Inilah Batas Waktu Terakhir Bayar Utang Puasa Ramadhan

Umat Muslim di seluruh dunia sebentar lagi akan kembali menyambut bulan suci Ramadhan. Namun, bagi sebagian orang, ada satu kewajiban yang masih menghantui pikiran: utang puasa Ramadhan tahun lalu.

Lantas, kapan batas waktu terakhir untuk membayar utang puasa tersebut? Jangan sampai terlewat, simak penjelasannya berikut ini.

Puasa Ramadhan adalah salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang memenuhi syarat.

Namun, ada kalanya seseorang tidak dapat berpuasa karena alasan tertentu, seperti sakit, haid, atau bepergian. Dalam kondisi ini, Islam memberikan keringanan untuk mengganti (qadha) puasa di hari lain di luar bulan Ramadhan.

Menurut mayoritas ulama, batas waktu untuk mengganti puasa Ramadhan adalah sebelum datangnya bulan Ramadhan berikutnya.

Artinya, jika seseorang memiliki utang puasa dari tahun lalu, mereka wajib menunaikannya sebelum memasuki bulan Ramadhan tahun ini.

Sebagian ulama menyarankan agar puasa qadha diselesaikan pada hari-hari terakhir bulan Syaban, yaitu bulan sebelum Ramadhan.

Bulan Syaban menjadi momentum terakhir bagi umat Muslim untuk menunaikan seluruh tanggung jawab berkaitan dengan utang puasa.

Secara fiqih, membayar utang puasa Ramadhan di bulan Syaban tidak menjadi masalah.

Membayar atau mengqadha puasa Ramadhan tidak harus dengan sesegera mungkin, tapi bisa diperpanjang sampai sebelum bertemu Ramadhan berikutnya.

Jika seseorang tidak mengganti puasa hingga Ramadhan berikutnya tanpa alasan yang sah (udzur syar'i), mereka diwajibkan untuk membayar kafarat, yaitu memberi makan satu orang miskin untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan.

Sebelum melaksanakan puasa qadha, seseorang perlu mengucapkan niat dengan tulus. Berikut adalah lafal niat qadha puasa Ramadhan:

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ

Artinya, “Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT".

Puasa qadha dapat dilakukan kapan saja setelah bulan Ramadhan berakhir, tetapi sangat dianjurkan untuk segera melaksanakannya di bulan Syawal. Tujuannya adalah agar tidak menunda-nunda kewajiban tersebut.

Perlu diketahui, ada beberapa hari yang dilarang untuk melaksanakan puasa qadha, termasuk Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, serta hari Tasyrik (11-13 Zulhijjah) dan hari Syak (hari ragu mengenai awal bulan Ramadhan).

Ramadhan 1446 H diperkirakan akan jatuh pada tanggal 1 Maret 2025. Itu artinya, waktu untuk membayar utang puasa semakin dekat. Jangan tunda lagi, segera tunaikan kewajibanmu!

Bagi umat Muslim yang masih memiliki utang puasa dari tahun lalu, penting untuk segera melaksanakan qadha agar kewajiban ini dapat diselesaikan dengan baik. Manfaatkan waktu yang ada sebelum batas waktu berakhir.

Editor : Jauhar Yohanis
#ramadhan #puasa ramadan #puasa