Selama ini, kita sering sekali mendengar beberapa kosakata yang umum seperti peh, biyuh, beh, cah dan ho’oh ye.
Tapi, rupanya, orang Kediri kerap menggunakan beberapa kosakata selain yang tersebut di atas. Bagi mereka yang baru tinggal di Kediri atau pernah ngobrol dengan orang Kediri, pasti kalian pernah mendengarnya.
Berikut 16 kosakata unik yang dipakai orang Kediri dalam obrolan sehari-hari:
1. Patrah
Patrah sama juga berarti pancen atau memang. Biasanya dipakai untuk menguatkan kalimat yang di dalamnya terdapat kata sifat.
Contoh: Patrah cah kae pinter, mangkane rangking siji terus (Memang dia anak yang pintar, makanya selalu ranking satu)
2. Gajuli
Bagi orang yang baru bermukim di Kediri, kata gajuli mungkin sulit dipahami awalnya. Tapi, orang Kediri suka memakai diksi ini untuk menyebut kata mengganti.
Contoh: Bayare gawe duitmu sek, mengko tak gajuli (Bayarnya pakai uangmu dulu, nanti saya ganti)
3. Manjing
Orang-orang desa di Kediri sering menggunakan diksi manjing untuk mengartikan bekerja atau sedang bekerja.
Contoh: Wayahe budhal manjing cah (Waktunya berangkat kerja bro)
4. Koyah
Jangan mengartikan koyah sebagai bubuk berwana putih kekuningan yang biasanya dipakai pendamping makan soto. Di Kediri, koyah itu artinya ngobrol atau berbincang.
Contoh: Suwi men to nak koyah (Lama sekali kalau kamu lagi ngobrol)
5. Klejingan
Nah, kata ini benar-benar khas orang Kediri. Sangat khas. Kalau saja ada temanmu yang berbicara menggunakan diksi klejingan, sudah dipastikan dia adalah orang Kediri. Klejingan bisa diartikan suka bercanda atau sulit diajak bicara serius.
Contoh: Cah kok klejingan karo wong tua (anak ini tidak bisa serius kalau diajak bicara dengan orangtua.
6. Nggladik
Sama seperti klejingan, kata nggladik juga sangat khas Kediri. Nggladik bisa diartikan meminjam tanpa izin atau meminjam barang orang lain tanpa sepengetahuan pemiliknya.
Contoh: Tanganmu lho ojo nggladik wae. Nak arep nyilih, ngomongo. (Tanganmu itu jangan ambil barang sembarangan. Kalau mau pinjam, bilang dulu)
7. Trocoh
Di beberapa daerah plat AG, trocoh artinya atap bocor karena hujan dan airnya menetes ke lantai.
Contoh: Mang bengi kamarku trocoh kabeh (Tadi malam, atap kamarku bocor semua)
8. We
We sama artinya dengan kowe atau kamu. Nah, orang Kediri sering menyingkatnya menjadi kata we saja. Kata ini, akan kamu sering temukan ketika berkirim pesan di HP lewat WA atau SMS.
Contoh: We nangdi? (Kamu di mana?)
9. Opo wi
Pertanyaan yang sering dilontarkan orang Kediri ketika mereka ingin tahu sesuatu benda. Opo wi atau opo kuwi artinya apa itu? Sama seperti we, wi merupakan singkatan dari kata kuwi.
Contoh: Opo wi sing mbok cekel? (Apa itu yang sedang kamu pegang?)
10. Panggah
Kata ini merupakan ciri khas orang Kediri dan beberapa wilayah lain di Plat AG. Panggah artinya tetap, tidak berubah, selalu atau stagnan.
Contoh: Panggah aku wae sing dikongkon (Selalu aku saja yang diperintah)
11. Kebeteng
Kebeteng adalah kondisi di mana saat perjalanan tiba-tiba hujan dan kita berusaha untuk berteduh. Atau juga bisa diartikan terjebak di perjalanan karena hujan.
Contoh: Sepurane cah, aku rodok telat. Isek kebeteng ning alun-alun (Maaf teman-teman, aku datang agak terlambat. Masih berteduh dulu di alun-alun)
12. Jan
Di Kediri, orang memakai kata jan ketika menambahkan penekanan pada kata sifat. Misalnya jan ndak umum (sangat luar biasa), jan kebacut (sangat keterlaluan), jan eram (sangat mengherankan), jan mboh (tak bisa berkata-kata lagi). Karena itu, kata jan jika dipadankan dalam bahasa Indonesia bisa diartikan sangat.
13. Clutak
Kata clutak dipakai ketika ada orang yang ngomong sembarangan.
Contoh: Lambemu kuwi lho ojo clutak (Mulutmu itu kalau ngomong jangan sembarangan)
14. Keblondrok
Orang-orang Kediri sering memakai kata keblondrok ketika mereka salah membeli sesuatu.
Contoh: Keblondrok tenan. Jane aku tuku ning toko sing kae, luwih murah (Salah beli sepertinya. Seharusnya saya membeli di toko yang itu, lebih murah harganya)
15. Mblituki
Mblituki sama juga dengan berbohong.
“Ojo mblituki, dusa we (Jangan berbohong, dosa nanti kamu)
16. Lempoh
Lempoh bisa diartikan lelah, capek atau letih. Kata ini biasanya dipakai ketika seseorang baru saja berjalan atau lari.
Contoh: Peh! mlaku kono-kene ae kok ya lempoh (Owalah! jalan dari sini ke sana saja kok capek)
Itulah beberapa kosakata yang sering dipakai orang Kediri untuk mengobrol sehari-hari. Baik dengan sesama orang Kediri atau orang luar daerah ketika mereka merantau. Bukan begitu Nda?
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah