KEDIRI, JP Radar Kediri - Masjid Jami Imam Baidhowi berlokasi di Desa Langenharjo, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri.
Wilayah ini berada di wilayah Kediri Utara. Hanya berjarak sekitar 2 kilometer dari Kota Kecamatan Pare.
Dibangun pada 2022, arsitektur masjid ini terinspirasi dari Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi.
Nuansa itu terlihat dari payung-payung besar di area pelataran masjid. Total, ada enam payung berwarna putih gading.
Tiga di antaranya bisa terbuka dan tertutup secara otomatis. Sementara sisanya terbuka secara permanen.
Kemegahan masjid yang berdiri di atas lahan seluas 3.200 meter persegi ini tidak hanya berwujud pada keberadaan payung-payung itu.
Salah satu yang terlihat megah dan indah adalah menara setinggi 33 meter di sisi timur. Juga ada bangunan terpisah serupa anjungan yang dipakai untuk tempat beduk raksasa.
Di bagian dalam, jemaah masjid akan melewati pintu besar yang sekelilingnya terbuat dari kayu ukir.
Pintu-pintu itu berlapis kuningan dan tembaga. Menurut takmir Masjid Jami Imam Baidhowi pintu didatangkan langsung dari Boyolali, Jawa Tengah.
Lalu, siapa penggagas pendirian masjid ini? Dia adalah H Imam Baidhowi, Purnawiran TNI berpangkat terakhir Brigadir Jenderal (Brigjen).
Sebenarnya, Baidhowi pernah membangun masjid di Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Namanya Masjid Assalam. Dari Masjid Jami Imam Baidhowi, hanya berjarak sekitar 1 kilometer.
Namun, masjid di Plemahan dianggap lebih megah meskipun lokasinya masuk di daerah permukiman warga.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah