JP Radar Kediri – Memilih makanan dan minuman kemasan tidak cukup hanya dengan melihat tampilan depan produk.
Konsumen perlu membaca label pangan atau nutrition facts untuk mengetahui kandungan dan komposisi yang terdapat di dalam produk.
Informasi pada label dapat membantu konsumen menentukan produk yang sesuai dengan kebutuhan.
Hal ini terutama penting bagi orang yang sedang menjalani pola makan tertentu, memiliki kondisi kesehatan tertentu, atau perlu menghindari bahan pangan karena alergi.
Bagi konsumen yang belum terbiasa membaca label, terdapat beberapa bagian penting yang perlu diperhatikan sebelum membeli makanan atau minuman kemasan.
Baca Juga: Apa Tanda Gangguan Kesehatan Mental pada Remaja? Perubahan Tidur Patut Diwaspadai
1. Periksa Tanggal Kedaluwarsa
Tanggal kedaluwarsa menunjukkan batas waktu suatu produk masih aman untuk dikonsumsi. Karena itu, bagian ini perlu diperiksa sebelum makanan atau minuman dibeli maupun dikonsumsi.
Mengonsumsi produk yang sudah tidak layak dapat menimbulkan berbagai masalah pada tubuh, termasuk keracunan, sakit perut, dan dehidrasi.
2. Baca Komposisi Bahan
Daftar komposisi menunjukkan bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan suatu produk. Informasi ini penting, terutama bagi konsumen yang memiliki alergi atau perlu menghindari bahan tertentu.
Bahan biasanya dicantumkan berdasarkan jumlahnya, mulai dari yang digunakan paling banyak hingga paling sedikit.
Dengan melihat daftar tersebut, konsumen dapat mengetahui bahan apa yang paling dominan dalam suatu produk.
3. Perhatikan Takaran Saji
Takaran saji menunjukkan jumlah makanan atau minuman yang digunakan sebagai acuan untuk satu kali konsumsi. Setiap produk dapat memiliki takaran saji yang berbeda.
Bagian ini penting karena jumlah kalori dan zat gizi yang tercantum pada tabel biasanya mengacu pada satu takaran saji.
Jika seseorang mengonsumsi lebih dari satu takaran, jumlah kalori dan zat gizi yang masuk ke tubuh juga akan bertambah.
Baca Juga: Cuaca Terik Landa Kediri Raya, Ini Tips Jaga Stamina dan Kesehatan bagi Pekerja Lapangan
4. Teliti Tabel Informasi Nilai Gizi
Tabel informasi nilai gizi membantu konsumen mengetahui kandungan zat gizi dalam makanan atau minuman yang dikonsumsi.
Jika ingin membatasi asupan tertentu, konsumen perlu memperhatikan beberapa informasi dalam tabel, termasuk kandungan gula, sukrosa, laktosa, lemak total, dan natrium atau garam.
Membaca bagian tersebut dapat membantu konsumen lebih memahami kandungan produk sebelum memutuskan untuk mengonsumsinya.
5. Perhatikan Persentase AKG
Selain jumlah zat gizi, label juga mencantumkan persentase Angka Kecukupan Gizi (AKG). Persentase ini menunjukkan seberapa besar kontribusi zat gizi dari satu takaran saji terhadap kebutuhan gizi harian.
Sebagai contoh, apabila suatu produk mencantumkan angka 17 persen AKG untuk zat gizi tertentu, berarti satu takaran saji produk tersebut menyumbang sekitar 17 persen dari kebutuhan harian zat gizi tersebut.
Baca Juga: Ingin Tetap Terlihat Muda? 8 Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Bikin Tubuh Cepat Menua
Jangan Lewatkan Informasi Takaran Saji
Takaran saji menjadi salah satu bagian yang perlu diperhatikan ketika membaca nilai gizi.
Konsumen perlu melihat berapa jumlah takaran yang digunakan sebagai acuan serta berapa banyak takaran yang terdapat dalam satu kemasan.
Dengan demikian, informasi pada label dapat dipahami sesuai jumlah makanan atau minuman yang benar-benar dikonsumsi, bukan hanya berdasarkan angka yang tertera untuk satu takaran.
Membaca label pangan pada akhirnya dapat membantu konsumen mengetahui apa yang masuk ke dalam tubuh.
Dengan memahami tanggal kedaluwarsa, komposisi bahan, takaran saji, tabel nilai gizi, serta persentase AKG, konsumen dapat membuat pilihan makanan dan minuman kemasan secara lebih sadar.
Editor : Shinta Nurma Ababil