Makan Sambil Scroll, Kenapa Kita Bisa Jadi Kurang Memperhatikan Makanan?

JP Radar Kediri - Makan sambil membuka media sosial, menonton video, atau membalas pesan sudah menjadi kebiasaan yang cukup umum. Ponsel yang berada di dekat meja makan membuat perhatian mudah berpindah dari makanan ke layar.
Aktivitas tersebut memang bisa terasa menyenangkan, terutama ketika digunakan untuk menemani waktu makan. Namun, ketika perhatian lebih banyak tertuju pada layar, kita bisa menjadi kurang menyadari apa yang sedang dimakan.
Perhatian Terbagi antara Makanan dan Layar
Saat makan sambil scroll, otak harus membagi perhatian antara makanan dan informasi yang muncul di layar. Fokus dapat berpindah ke video, unggahan, komentar, atau pesan yang sedang dibaca.
Akibatnya, beberapa detail selama makan bisa kurang diperhatikan. Misalnya, rasa makanan, tekstur, kecepatan makan, atau seberapa lama kita sudah duduk menikmati makanan.
Makan kemudian terasa seperti aktivitas yang berlangsung di latar belakang sementara perhatian utama berada pada ponsel.
Makan Bisa Terasa Lebih Cepat
Konten di media sosial dirancang untuk terus berganti. Satu video dapat berlanjut ke video berikutnya, sementara tangan tetap mengambil makanan tanpa banyak disadari.
Kondisi ini bisa membuat waktu makan terasa berlalu begitu saja. Seseorang mungkin baru menyadari makanannya sudah habis setelah perhatian kembali dari layar.
Bukan berarti ponsel selalu harus dijauhkan setiap kali makan. Namun, menyadari bagaimana layar memengaruhi perhatian dapat membantu seseorang lebih mengenali kebiasaannya sendiri.
Sesekali Coba Makan tanpa Distraksi
Makan tanpa layar tidak harus dilakukan setiap saat. Cukup mencoba beberapa menit pertama tanpa ponsel bisa menjadi cara sederhana untuk memberikan perhatian lebih pada makanan.
Perhatikan rasa, aroma, tekstur, serta suasana ketika makan. Jika sedang bersama orang lain, waktu makan juga dapat digunakan untuk berbincang tanpa harus terus memeriksa notifikasi.



