JP Radar Kediri – Tubuh wanita memiliki fase kehidupan yang unik, seperti menstruasi, kehamilan, hingga menopause. Setiap fase ini membawa perubahan pada sistem imun dan kebutuhan kesehatan.
Beberapa penyakit juga memiliki dampak yang lebih besar pada wanita, seperti kanker serviks atau infeksi yang bisa memengaruhi kehamilan. Di sinilah vaksin berperan sebagai perlindungan dini yang efektif.
Selain itu, vaksinasi juga tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga orang-orang di sekitar, termasuk bayi yang belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat.
Jenis Vaksin yang Penting untuk Wanita
1. Vaksin HPV
Virus ini dikenal sebagai penyebab utama kanker serviks (jenis kanker yang cukup banyak menyerang perempuan).
Baca Juga: Mengenal Vaksin HPV: Cara Kerja, Aturan Dosis, dan Manfaatnya Cegah Berbagai Jenis Kanker
Vaksin ini bekerja dengan cara melindungi tubuh dari infeksi HPV sebelum virus tersebut masuk dan berkembang.
Idealnya diberikan sebelum aktif secara seksual, tetapi tetap bisa diberikan hingga usia dewasa tertentu.
2. Vaksin Influenza
Flu mungkin terdengar ringan, tapi pada wanita (terutama yang sedang hamil) infeksi influenza bisa berisiko lebih serius.
Virus flu mudah bermutasi sehingga vaksin ini perlu dilakukan setiap tahun. Selain melindungi diri sendiri, vaksin ini juga membantu mencegah penularan ke orang sekitar.
3. Vaksin Tdap
Vaksin Tdap melindungi dari tiga penyakit sekaligus, yaitu tetanus, difteri, dan pertusis (batuk rejan).
Vaksin ini sangat dianjurkan untuk wanita yang sedang atau akan hamil karena antibodi dari ibu bisa membantu melindungi bayi yang belum punya sistem imun kuat
4. Vaksin Varicella
Jika belum pernah terkena cacar air saat kecil, wanita dewasa berisiko mengalami gejala yang lebih berat.
Vaksin ini sangat penting terutama bagi wanita yang sedang merencanakan kehamilan, karena infeksi cacar air saat hamil dapat membahayakan janin.
Baca Juga: Putus Rantai Penularan Kanker, Menkes Targetkan Vaksin HPV Bagi Laki-Laki Dimulai Tahun Ini
5. Vaksin Hepatitis B
Hepatitis B adalah infeksi virus yang menyerang hati dan bisa berkembang menjadi penyakit kronis.
Wanita yang memiliki risiko tertentu, misalnya tenaga kesehatan atau memiliki pasangan dengan risiko tinggi sangat dianjurkan untuk mendapatkan vaksin ini
6. Vaksin MMR (Campak, Gondongan, Rubella)
Vaksin MMR melindungi dari campak, gondongan, dan rubella, dan penting bagi wanita yang belum pernah mendapatkannya.
Vaksin ini juga dianjurkan sebelum merencanakan kehamilan karena rubella berisiko bagi janin, dengan catatan perlu menunda kehamilan sekitar 3 bulan setelah vaksinasi
Baca Juga: Kenali Kanker Payudara: Gejala, Faktor Risiko, dan Pentingnya Deteksi Dini
Selain vaksin utama, terdapat beberapa vaksin tambahan yang dapat dipertimbangkan sesuai dengan usia, kondisi kesehatan, dan gaya hidup.
Misalnya vaksin pneumokokus untuk mencegah infeksi paru-paru seperti pneumonia, vaksin COVID-19 untuk mengurangi risiko komplikasi berat akibat infeksi virus, serta vaksin herpes zoster yang dianjurkan bagi wanita berusia di atas 50 tahun.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Vaksin?
Waktu pemberian vaksin bagi wanita dapat berbeda tergantung usia dan kondisi kesehatan.
Masa remaja menjadi waktu ideal untuk vaksin HPV, sementara vaksin influenza dilakukan setiap tahun.
Sebelum menikah atau merencanakan kehamilan, penting untuk memastikan status vaksinasi sudah lengkap agar perlindungan lebih optimal.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.