Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kopi Setelah Makan Itu Nikmat, Tapi Tubuhmu Mungkin Punya Pendapat Lain

Dita Citra Oktaviana • Rabu, 15 April 2026 | 20:23 WIB
Gambar orang menyeduh kopi
Gambar orang menyeduh kopi

JP Radar Kediri - Selesai makan, tangan sudah refleks meraih cangkir kopi. Entah untuk mengusir kantuk, menambah semangat kerja, atau sekadar melengkapi momen makan siang. Kebiasaan ini sudah jadi ritual yang terasa normal bagi banyak orang Indonesia.

Tapi normal bukan berarti tanpa konsekuensi. Dilansir dari Alodokter, ada beberapa hal yang diam-diam terjadi di dalam tubuhmu setiap kali kopi dan makanan bertemu terlalu cepat.

Baca Juga: Efek Minum Kopi saat Sahur: Benarkah Bikin Cepat Haus dan Lemas?

Kopi dan Zat Besi: Kombinasi yang Kurang Akur

Salah satu efek yang paling jarang disadari adalah gangguan penyerapan zat besi. Kafein dalam kopi bisa menghambat proses penyerapan zat besi dari makanan nabati, seperti tempe, tahu, bayam, dan sejenisnya yang baru saja kamu santap.

Sekali dua kali mungkin tidak terasa dampaknya. Tapi kalau ini jadi kebiasaan harian, tubuh bisa perlahan kekurangan zat besi tanpa tanda yang jelas. 

Mereka yang perlu ekstra waspada adalah ibu hamil, anak-anak, dan siapa pun yang sudah punya riwayat anemia.

Baca Juga: Bye Alkohol! Mengenal Tren Sober Revolution yang Bikin Kedai Kopi Makin Menjamu di Kalangan Gen Z

Lambung Bisa Ikut Terganggu

Kopi bersifat asam dan dapat merangsang produksi asam lambung. Bagi orang dengan lambung yang sehat, ini mungkin tidak terlalu bermasalah. 

Tapi bagi penderita maag atau GERD, minum kopi setelah makan bisa memperburuk kondisi, seperti memunculkan sensasi terbakar di dada, mual, hingga perut terasa penuh dan tidak nyaman.

Apalagi kalau kopinya masih panas dan langsung diteguk begitu selesai makan. Kombinasi itu cukup untuk membuat lambung protes.

Baca Juga: Daripada Stres Cicilan Rumah, Gen Z Pilih 'Self-Reward' Kopi: Strategi Bahagia atau Jebakan Finansial?

Efek Lain yang Sering Tidak Diperhitungkan

Selain dua hal di atas, ada efek lain yang perlu diperhatikan. Kualitas tidur bisa terganggu karena kafein membutuhkan waktu cukup lama untuk diproses oleh tubuh, sehingga jika kopi diminum saat makan siang atau sore, bukan tidak mungkin malam harinya kamu akan sulit tidur. 

Selain itu, konsumsi kopi berlebihan juga dapat memengaruhi penyerapan kalsium, yaitu mineral penting untuk menjaga kepadatan tulang dalam jangka panjang. 

Di sisi lain, tambahan gula dan krimer pada kopi juga bisa menjadi beban kalori tanpa disadari, terutama jika dikonsumsi setelah makanan yang sudah cukup berat.

Baca Juga: Boleh Minum Kopi Kalau Punya GERD? Begini Cara Aman Menikmatinya

Masih Bisa Minum Kopi, Asal Begini Caranya

Kabar baiknya, kamu tidak harus sepenuhnya berhenti minum kopi, cukup lebih bijak dalam mengatur waktu dan porsinya. 

Sebaiknya tunggu sekitar 1–2 jam setelah makan agar tubuh memiliki waktu untuk menyerap nutrisi terlebih dahulu. 

Batasi konsumsi kopi maksimal 2–3 cangkir per hari supaya kafein tidak menumpuk dan mengganggu kualitas tidur. 

Selain itu, kurangi penggunaan gula dan krimer agar tidak menambah asupan kalori secara berlebihan. 

Hindari juga minum kopi saat sedang mengalami keluhan lambung seperti maag atau mulas, dan jangan terburu-buru mengonsumsi kopi panas setelah makan. Beri waktu sejenak agar perut lebih siap.

Baca Juga: Ini Manfaat Ampas Kopi untuk Kesuburan Tanaman

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#minum kopi setelah makan #kopi setelah makan #efek minum kopi setelah makan #efek kopi setelah makan #akibat minum kopi setelah makan