JP Radar Kediri - Nasi hangat, lauk favorit, lalu ditutup dengan segelas teh manis, rasanya sempurna. Kebiasaan ini sudah begitu melekat di kehidupan sehari-hari banyak orang Indonesia, bahkan terasa kurang lengkap kalau tidak ada tehnya.
Tapi pernah nggak kamu bertanya-tanya, sebenarnya aman nggak sih langsung minum teh setelah makan?
Jawabannya, tergantung. Tidak sepenuhnya berbahaya, tapi juga tidak sepenuhnya aman kalau dilakukan asal-asalan.
Baca Juga: Rekomendasi 6 Bunga Teh yang Bisa Ditanam di Iklim Tropis, Cocok Dinikmati saat Pagi Hari
Yang Terjadi di Dalam Tubuhmu
Teh mengandung senyawa bernama tanin, yaitu zat alami yang memberi rasa sepat pada teh. Masalahnya, tanin ini punya kebiasaan buruk. Ia suka "mencegat" zat besi yang sedang dalam proses diserap usus, terutama zat besi yang berasal dari makanan nabati seperti tempe, tahu, dan sayuran hijau.
Kalau ini terjadi sesekali, mungkin tidak terlalu bermasalah. Tapi kalau setiap hari makan lalu langsung minum teh, tubuh bisa kekurangan zat besi secara perlahan tanpa kamu sadari.
Dalam jangka panjang, inilah yang bisa memicu anemia, yaitu kondisi yang kerap ditandai dengan mudah lelah, pusing, dan kurang konsentrasi.
Dilansir dari Alodokter, risiko ini lebih perlu diwaspadai oleh anak-anak, remaja, ibu hamil, dan siapa pun yang sudah punya riwayat gangguan penyerapan zat besi.
Baca Juga: Perawatan Spa Dengan Teh Putih. Apakah Bisa Jadi Cantik?
Teh Manis? Ada Bonus yang Kurang Menyenangkan
Kalau tehnya pakai gula, dan kebanyakan orang memang begitu, ada satu hal lagi yang perlu diperhatikan.
Gula dari segelas teh manis setelah makan itu tidak terasa besar, tapi kalau dijumlah selama sebulan, angkanya lumayan mengejutkan.
Belum lagi kalau porsi makannya sudah cukup berat. Kombinasi makan besar plus teh manis secara rutin bisa diam-diam memengaruhi berat badan dan kadar gula darah, terutama bagi yang tidak terlalu aktif bergerak.
Lambung Pun Bisa Protes
Selain tanin, teh juga mengandung kafein. Bagi sebagian orang yang lambungnya sensitif, kafein ini bisa memicu rasa tidak nyaman setelah makan, mulai dari perut terasa penuh dan kembung, hingga nyeri di ulu hati. Apalagi kalau tehnya kental atau diminum saat masih sangat panas.
Baca Juga: 5 Waktu Terbaik Minum Teh, Efektif Untuk Diet dan Kesehatan!
Jadi, Harus Berhenti Minum Teh Setelah Makan?
Tidak harus berhenti total, kamu hanya perlu lebih bijak dalam mengatur waktu dan cara mengonsumsi teh.
Sebaiknya beri jeda sekitar satu jam setelah makan sebelum minum teh agar tubuh memiliki cukup waktu untuk menyerap nutrisi dari makanan.
Selain itu, kurangi penggunaan gula atau pilih teh tawar, terutama jika makanan yang dikonsumsi sudah cukup berat.
Hindari menyeduh teh terlalu kental karena semakin pekat teh, semakin tinggi kadar taninnya. Batasi juga konsumsi teh maksimal 2–3 gelas per hari dan tidak perlu berlebihan.
Jika kamu memiliki kondisi tertentu seperti anemia atau masalah lambung kronis, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui waktu minum teh yang paling aman.
Baca Juga: Matcha Lovers Wajib Tahu! Ini Sejarah Teh Hijau Favoritmu
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil