JP Radar Kediri – Larangan minum air es saat menstruasi masih banyak dipercaya oleh masyarakat.
Tidak sedikit perempuan yang menghindari minuman dingin karena khawatir dapat mengganggu kesehatan, mulai dari memperparah nyeri haid hingga menyebabkan kista.
Namun, benarkah minum es saat haid memang tidak diperbolehkan?
Secara medis, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa minum air dingin saat menstruasi dapat mengganggu proses haid maupun kesehatan organ reproduksi.
Baca Juga: Bukan Manja! Ternyata Ini Alasan Medis Mengapa Menstruasi Terasa Sangat Menyakitkan bagi Remaja
Menstruasi sendiri merupakan proses alami yang dipengaruhi oleh perubahan hormon dalam tubuh.
Proses peluruhan dinding rahim dan keluarnya darah haid tidak berkaitan dengan suhu makanan atau minuman yang dikonsumsi.
Selain itu, air dingin yang masuk ke dalam tubuh tidak langsung memengaruhi organ reproduksi.
Suhu minuman akan terlebih dahulu disesuaikan di dalam sistem pencernaan sebelum diserap oleh tubuh.
Baca Juga: 5 Tips Jaga Imun Tubuh Menurut Kemenkes, Waspadai Penyakit Pancaroba Akibat Cuaca Tak Menentu
Salah satu mitos yang paling banyak dipercaya adalah anggapan bahwa minum es dapat menyebabkan darah haid membeku atau tertahan di dalam rahim.
Padahal, secara medis hal tersebut tidak mungkin terjadi. Darah menstruasi akan tetap keluar melalui proses alami yang tidak dipengaruhi oleh suhu minuman.
Aliran darah haid dipengaruhi oleh kontraksi otot rahim dan keseimbangan hormon, bukan oleh faktor eksternal seperti minuman dingin.
Hal yang sama juga berlaku untuk kekhawatiran terkait kista. Kista ovarium umumnya terbentuk akibat faktor hormonal, gangguan ovulasi, atau kondisi medis tertentu seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS), bukan karena konsumsi minuman dingin.
Baca Juga: Vape Tidak Seaman yang Dikira, Kenali Dampak Buruknya bagi Kesehatan
Meski demikian, sebagian perempuan mungkin merasakan ketidaknyamanan setelah mengonsumsi minuman dingin saat haid.
Kondisi ini bisa berupa perut kembung, kram yang terasa lebih intens, atau rasa tidak nyaman di area perut. Secara medis, hal ini bisa dijelaskan sebagai respons tubuh terhadap suhu dingin.
Minuman dingin dapat memicu kontraksi pada saluran pencernaan atau membuat tubuh terasa lebih sensitif, terutama saat sedang mengalami perubahan hormon.
Karena itu, meskipun tidak dilarang, pemilihan jenis minuman saat haid sebaiknya disesuaikan dengan kenyamanan masing-masing individu.
Baca Juga: Diet dengan Intermittent Fasting? Begini Cara, Manfaat, dan Tips untuk Pemula
Minuman hangat seperti air putih hangat atau teh herbal kerap dipilih karena dapat membantu memberikan efek relaksasi dan meredakan kram.
Hal yang jauh lebih penting dibanding suhu minuman adalah menjaga kecukupan cairan tubuh selama menstruasi.
Saat haid, tubuh tetap membutuhkan asupan cairan yang cukup untuk menjaga keseimbangan dan membantu mengurangi gejala seperti kelelahan, sakit kepala, dan kram perut.
Air putih, baik dingin maupun hangat, tetap memberikan manfaat selama dikonsumsi dalam jumlah yang cukup.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil