JP Radar Kediri – Di tengah banyaknya metode diet yang rumit, Intermittent Fasting (IF) atau puasa intermiten muncul sebagai solusi yang lebih sederhana.
Berbeda dengan diet konvensional yang sering kali melarang jenis makanan tertentu, IF lebih berfokus pada pengaturan jadwal kapan kita harus makan dan kapan harus berhenti.
Apa Itu Intermittent Fasting?
Intermittent fasting adalah pola makan yang bergantian antara periode berpuasa dan periode makan.
Menurut para ahli dari Johns Hopkins Medicine, tubuh manusia sebenarnya dirancang untuk bisa bertahan tanpa makanan selama berjam-jam atau bahkan beberapa hari.
Baca Juga: Mengenal Fibermaxxing, Tren Diet 2026 yang Bisa Bikin Pencernaan Macet Total
Kunci dari diet ini adalah Metabolic Switching (peralihan metabolik). Saat kita berpuasa, tubuh kehabisan simpanan gula sebagai energi dan mulai membakar lemak.
Inilah yang membuat IF sangat efektif tidak hanya untuk menurunkan berat badan, tetapi juga untuk kesehatan otak dan jantung.
Metode Populer yang Bisa Dicoba
1. Metode 16/8
Makan hanya dalam 8 jam sehari, misalnya dari jam 12 siang sampai jam 8 malam, lalu berpuasa selama 16 jam sisanya.
Baca Juga: 5 Jenis Kopi yang Cocok untuk Diet Sehat, Bantu Bakar Kalori Secara Alami
2. Diet 5:2
Makan normal 5 hari dalam seminggu, sedangkan 2 hari lainnya membatasi asupan hanya sekitar setengah porsi biasa (500–600 kalori).
3. Eat-Stop-Eat
Melakukan puasa total selama 24 jam, sekali atau dua kali dalam seminggu.
4. Alternate-Day Fasting
Puasa secara bergantian setiap dua hari, misalnya hari pertama makan normal, hari kedua puasa, dan seterusnya.
Manfaat Diet IF
- Meningkatkan metabolisme dan mengurangi asupan kalori secara otomatis tanpa harus menghitung setiap butir nasi.
- Baik untuk kesehatan jantung karena membantu menurunkan tekanan darah, kolesterol jahat (LDL), dan trigliserida.
- Saat berpuasa, sel-sel tubuh melakukan proses "pembersihan diri" dari protein rusak yang menumpuk.
- Banyak yang melaporkan bahwa mereka merasa lebih fokus dan memiliki energi yang lebih stabil sepanjang hari.
Baca Juga: Diet Gagal Gara-Gara Buah? Ini Daftar Buah dengan Gula Tertinggi
Tips Bagi Pemula
- Selama waktu puasa, kamu wajib minum air putih yang cukup. Kopi hitam atau teh tanpa gula/krimer diperbolehkan untuk menekan rasa lapar.
- Meski sedang berada di waktu makan diet IF, jangan kalap makan, tetap pilih makanan sehat seperti sayur, buah, protein, dan karbohidrat bergizi.
- Tubuh membutuhkan waktu sekitar 2 hingga 4 minggu untuk beradaptasi dengan jadwal baru ini. Jangan menyerah di minggu pertama jika merasa sedikit lemas.
- Jika kamu merasa pusing yang parah atau pingsan, segera hentikan puasa dan konsultasikan dengan dokter.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.