JP RADAR KEDIRI – Memasuki bulan Ramadhan, semangat untuk berbagi kebaikan biasanya semakin meningkat, termasuk dalam menyumbang apa yang kita miliki secara gratis.
Namun, ada satu pertanyaan yang sering kali muncul dan membuat ragu: "Bolehkah kita mendonorkan darah saat sedang berpuasa?"
Banyak pendonor yang memilih menunda aksi kemanusiaan ini karena khawatir tubuh akan menjadi lemas atau ibadah puasanya menjadi batal.
Padahal, kebutuhan stok darah di rumah sakit justru seringkali menipis di bulan suci.
Berikut adalah tinjauan medis dari Kemenkes serta panduan hukum dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengenai donor darah saat puasa:
Hukum Syariat: Tidak Membatalkan Puasa
Berdasarkan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), donor darah yang dilakukan oleh orang yang sedang berpuasa tidak membatalkan puasanya.
Hal ini dikategorikan sebagai pengeluaran sesuatu dari dalam tubuh yang tidak termasuk lubang terbuka yang dapat membatalkan puasa.
Donor darah dipandang sama dengan pengambilan darah untuk tes laboratorium atau injeksi medis yang bersifat pengobatan atau kemanusiaan.
Baca Juga: Puasa bagi Pasien Jantung Tak Boleh Asal, Kenali Batas Risikonya
Aspek Makruh dan Kondisi Fisik
Meskipun secara hukum dasar tidak membatalkan, MUI memberikan catatan bahwa donor darah bisa menjadi makruh (sebaiknya dihindari) jika dikhawatirkan akan menyebabkan pendonor menjadi sangat lemas sehingga terpaksa membatalkan puasanya.
Namun, jika pendonor yakin kondisi fisiknya kuat dan tetap sehat setelah donor, maka nilai pahala sosialnya sangat besar tanpa mengurangi keabsahan ibadah puasa.
Kondisi Tubuh Tetap Stabil Secara Ilmiah
Penelitian medis menunjukkan bahwa tubuh manusia memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa untuk menjalani proses donor meskipun sedang berpuasa.
Selama pendonor memenuhi kriteria medis dan memiliki riwayat kesehatan yang baik, pengambilan darah dalam volume standar tidak akan memberikan gangguan kesehatan yang signifikan.
Baca Juga: 5 Manfaat Puasa bagi Kesehatan: Mengapa Ramadhan Jadi Momen Servis Tubuh?
Manfaat Kesehatan yang Berlipat
Donor darah saat puasa ternyata juga membawa manfaat kesehatan. Selain merangsang regenerasi sel darah merah baru, aktivitas ini membantu menjaga keseimbangan kadar zat besi dalam tubuh.
Ditambah lagi, kondisi puasa yang membantu menstabilkan kadar gula dan lipid dalam darah menjadikan momen ini sebagai waktu "pembersihan" tubuh yang optimal.
Pemilihan Waktu yang Strategis
Untuk menjaga kebugaran dan menghindari efek lemas yang berlebihan, pemilihan waktu sangatlah penting.
Sangat disarankan untuk melakukan donor darah pada pagi hari setelah sahur atau jadwal tepat menjelang waktu berbuka puasa, agar cairan tubuh yang keluar bisa segera tergantikan saat azan Magrib berkumandang.
Menjaga Ketersediaan Stok Darah
Kebutuhan darah untuk pasien darurat, ibu melahirkan, hingga penderita talasemia tidak mengenal waktu libur.
Dengan tetap mendonorkan darah di bulan Ramadhan, kamu membantu memastikan stok darah di PMI tetap aman di tengah menurunnya jumlah pendonor rutin selama bulan puasa.
Baca Juga: Lidah Putih Saat Puasa Bikin Gak Nyaman? Ini Penyebab dan Cara Cepat Mengatasinya!
Melakukan donor darah saat berpuasa adalah bentuk kepedulian nyata yang aman secara medis dan sah secara ibadah.
Namun perlu memperhatikan kondisi fisik dan mengikuti anjuran para ahli, agar kamu tetap bisa menjadi pahlawan bagi sesama tanpa harus mengorbankan kekhusyukan ibadah di bulan suci.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita