Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bukan Manja! Ternyata Ini Alasan Medis Mengapa Menstruasi Terasa Sangat Menyakitkan bagi Remaja

Internship Radar Kediri • Sabtu, 14 Februari 2026 | 04:00 WIB

Dismenore
Dismenore

JP Radar Kediri- Menstruasi merupakan proses alami di siklus reproduksi perempuan. Namun, pernahkah kalian merasakan nyeri di bagian perut bawah? Itulah yang kita sebut dismenore. Yaitu nyeri saat menstruasi dan biasanya dirasakan oleh sebagian besar remaja perempuan. Rasa nyeri ini bisa terasa ringan sampai berat, bahkan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti sekolah, olahraga, atau kegiatan lainnya.

Nyeri menstruasi (dismenore) terutama disebabkan oleh produksi prostaglandin yang tinggi di lapisan rahim (endometrium) saat menstruasi. Prostaglandin ini memicu kontraksi otot rahim yang kuat, yang kemudian menyebabkan nyeri, vasokonstriksi (penyempitan pembuluh darah), dan sensitivitas pada serabut saraf yang menimbulkan sensasi sakit.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), lebih dari setengah perempuan mengalami nyeri haid, dan kasusnya paling sering terjadi pada usia remaja hingga dewasa muda. Secara medis, dismenore terbagi menjadi dua jenis, yatu dismenore primer dan dismenore sekunder.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Makanan yang Dapat Meredakan Nyeri Haid

Dismenore primen merupakan nyeri haid tanpa adanya kelainan pada organ reproduksi. Ini adalah jenis yang paling umum dialami remaja. Sedangkan, nyeri sekunder pada menorehkannya disebabkan oleh kondisi medis tertentu, seperti endometriosis, kista, atau miom. Biasanya muncul di usia lebih dewasa dan nyerinya cenderung semakin berat.

Dismenore primer paling sering muncul pada masa remaja, terutama beberapa tahun setelah menstruasi pertama (menarche). Sebuah penelitian di Journal of Obstetrics and Gynecology Research melaporkan bahwa sekitar 50–90% remaja mengalami dismenore, dan sebagian di antaranya sampai mengganggu aktivitas sekolah. Pada masa remaja, sistem reproduksi hormon masih beradaptasi sehingga kontraksi rahim cenderung lebih kuat. Selain itu, remaja juga lebih sensitif terhadap rasa sakit dan sering kali belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang cara mengelola nyeri haid dengan tepat.

Biasanya, nyeri haid tidak hanya berupa kram perut. Gejala lain yang sering muncul bisa berupa sakit pungguh atau paha, mual dan muntah, sakit kepala, serta lemas dan sulit berkonsentrasi. Gejala ini biasanya paling terasa pada hari pertama atau kedua menstruasi.

Baca Juga: Kram Dibagian Perut Karena Menstruasi ? Coba 4 Minuman ini! 

Ketika dismenore menyerang, beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengurangi rasa nyeri haid, antara lain:

  1. Kompres hangat karena panas membantu merilekskan otot rahim dan mengurangi kram.
  1. Olahraga ringan, seperti jalan kaki, peregangan, atau yoga dapat meningkatkan aliran darah dan mengurangi nyeri.
  1. Obat pereda nyeri (NSAID), seperti ibuprofen dengan diminum sesuai anjuran.
  1. Pola makan sehat dan cukup istirahat dengan mengurangi konsumsi kafein dan memperbanyak air putih, serta banyak mengonsumi buah dan sayur.
  1. Kelola stres dengan cara relaksasi atau teknik pernapasan dapat membantu tubuh lebih rileks.

Meski sering dianggap sepele, dismenore dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Dengan edukasi yang tepat dan penanganan sederhana, remaja tetap bisa menjalani hari-hari menstruasi dengan nyaman dan produktif.

Penulis adalah Khansa Dhiya Ramadhania, Mahasiswa Universitas Negeri Malang. Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#kesehatan perempuan #nyeri menstruasi #dismenore #menstruasi #nyeri haid