Woww, Ternyata Kita Tidak Boleh Makan Mi Instan Setiap Hari. Ini Penjelasan SG Dr. Wellness
Jauhar Yohanis• Sabtu, 6 Desember 2025 | 13:35 WIB
Mi instan. Makanan sehat?
Mi instan adalah salah satu makanan cepat saji yang paling populer. Rasanya enak, mudah dibuat, dan harganya terjangkau. Namun, banyak orang masih menganggap mi instan “penuh bahan kimia”, “bikin kanker”, atau “merusak kesehatan jika sering dimakan”. Apakah benar begitu? Lewat artikel ini, kita bahas dengan bahasa yang sederhana, sekaligus memberikan tips agar mi instan tetap bisa dinikmati dengan cara yang lebih sehat.
Bagaimana Mi Instan Dibuat?
Untuk memahami apakah mi instan berbahaya, kita perlu tahu dulu proses pembuatannya:
Bahan dasar: tepung terigu, minyak sawit, dan garam.
Dibentuk menjadi mi tipis, kemudian dikukus.
Mi dikeringkan dengan digoreng agar kadar airnya hilang sehingga awet dan tidak mudah basi.
Bumbu biasanya berisi garam, rempah, penyedap, dan MSG.
Jadi, prosesnya sebenarnya cukup sederhana dan tidak melibatkan bahan berbahaya yang aneh-aneh.
Apakah Mi Instan Tidak Sehat?
Mi instan bukan makanan berbahaya, tetapi memang kurang bergizi. Ini kekurangan utamanya:
1. Rendah Nutrisi
Satu bungkus mi instan mengandung sekitar 300 kalori, tapi hampir tidak ada protein, serat, vitamin, maupun mineral. Akibatnya, tubuh cepat lapar lagi.
2. Tinggi Karbohidrat
Karbohidrat yang mudah dicerna membuat energi cepat naik, tetapi cepat turun juga. Inilah yang membuat kita ingin makan lagi.
3. Sangat Tinggi Natrium (Garam)
Satu bungkus mi instan dapat mengandung hingga 1900 mg natrium, hampir sama dengan batas harian yang dianjurkan. Natrium berlebih bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.
4. Mengandung MSG
MSG sebenarnya aman dalam batas wajar. Tapi konsumsi berlebihan bisa menimbulkan keluhan seperti pusing, mual, atau peningkatan tekanan darah pada sebagian orang.
Cara Membuat Mi Instan Jadi Lebih Sehat
Kabar baiknya, mi instan tetap boleh dimakan — asal tidak berlebihan dan disajikan dengan lebih bijak. Berikut tips mudah yang bisa diterapkan:
1. Pilih Mi Instan yang Lebih Sehat
Cari yang menggunakan gandum utuh (whole grain).
Pilih yang rendah lemak, rendah natrium, dan lebih sedikit aditif.
Baca label kemasan sebelum membeli.
2. Kurangi Bumbu
Gunakan setengah bungkus bumbu saja.
Jangan minum kuahnya, karena garam paling banyak tertinggal di sana.
3. Tambahkan Bahan Bergizi
Agar lebih seimbang, tambahkan:
sayuran (sawi, bayam, wortel, kol),
telur,
ayam tanpa lemak atau tahu.
Ini membantu menambah protein, serat, dan vitamin.
4. Batasi Frekuensi Konsumsi
Mi instan sebaiknya dimakan 2–3 kali seminggu saja. Ingat, makanan apa pun akan lebih aman jika dikonsumsi dengan porsi dan frekuensi yang wajar.