KEDIRI, JP Radar Kediri– Tuberkulosis (TBC) menjadi salah satu penyakit yang menghantui warga di Kecamatan Ngasem.
Mirisnya, Puskesmas Ngasem mencatat ada kenaikan tajam pada kasus TBC anak-anak. Pada 2024, ada sebanyak 10 anak yang terjangkit. Tahun ini, temuan bahkan meningkat dua kali lipat.
Pasalnya, tahun ini hingga pertengahan September saja telah ada 20 anak yang mengidap TBC.
“Jadi untuk penemuan kasus TBC pada anak-anak itu memang jauh lebih sulit dibanding dewasa,” terang Kepala UPTD Puskesmas Ngasem Ria Rohmatul Karimah.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa gejala tuberkulosis pada orang dewasa dan anak-anak berbeda.
Pada orang dewasa, gejalanya ditandai dengan batuk berdahak yang berlangsung hingga lebih dua minggu. Sementara, gejala lainnya adalah turunnya berat badan.
“Kalau pada anak itu hanya ditandai dengan males, lemes, dan berat badannya tidak naik dengan bagus,” lanjut wanita yang akrab disapa Ria itu.
Oleh karena itu, pihaknya terus mengupayakan agar setiap anak dapat mengikuti program posyandu.
Pasalnya, berat badan anak akan selalu terpantau melalui Posyandu tersebut. Apakah mengalami kenaikan, tetap, atau mungkin turun.
“Jadi gejalanya tidak langsung batuk berdahak begitu. Jadi kayak demam tapi demamnya sumer. Jadi memang tidak seperti orang dewasa,” bebernya.
Selanjutnya, Ria menerangkan bahwa TBC pada anak-anak bisa terjadi lantaran tertular oleh orang dewasa.
Setiap ada anak yang terjangkit sudah dipastikan ada orang dewasa di sekelilingnya yang juga mengidap TBC. Karenanya, ada investigasi yang dilakukan untuk melacak penularan.
Selanjutnya, wanita berhijab tersebut menjelaskan bahwa ada obat khusus yang diberikan untuk orang yang terjangkit TBC.
Yang mana, obat tersebut harus diminum rutin setiap harinya. Bahkan obat tersebut harus rutin diminum selama enam bulan bagi yang sensitif terhadap obat.
“Ini PR (pekerjaan rumah) bagi kami dan semua lintas sektor untuk memahamkan bahwa ini harus dilakukan, harus rutin,” jelasnya.
Meski begitu, pihaknya akan terus melakukan pendekatan-pendekatan agar masyarakat mematuhi aturan untuk meminum obat secara rutin. Di sisi lain, dia berharap masyarakat semakin peduli dengan penyakit TBC.
“TBC di Kecamatan Ngasem ini tinggi sekali dan penularannya masif berarti kita harus aware. Kalau misalkan terdiagnosa harus pengobatan dan harus diinvestagasi kontak dan bagi keluarga harus minum terapi pencegahan TBC,” tegas Ria.
Editor : Andhika Attar Anindita