Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Efek Scrolling tiktok Berlebihan pada Otak Dampak Negatif yang Perlu Kamu Tahu

Internship Radar Kediri • Selasa, 24 Juni 2025 | 12:07 WIB
Efek Scrolling tiktok Berlebihan pada Otak
Efek Scrolling tiktok Berlebihan pada Otak

JP Radar Kediri Fenomena "scrolling TikTok" berlebihan telah menjadi kebiasaan umum di kalangan masyarakat, namun tahukah Anda bahwa aktivitas digital ini menyimpan berbagai potensi dampak negatif serius bagi kesehatan otak dan mental? Kebiasaan terus-menerus terpapar konten singkat dan cepat ini dapat mengubah cara kerja otak kita, menimbulkan tantangan baru yang patut diwaspadai. Penting bagi kita untuk memahami bagaimana kebiasaan ini memengaruhi fungsi kognitif dan kesejahteraan psikologis agar dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat, sebagaimana berbagai studi telah mengindikasikannya.

Otak Terlalu Dosis Dopamin

Menurut penelitian dalam neurosains, paparan video pendek yang terus-menerus di TikTok memicu pelepasan dopamin secara berlebihan, menciptakan siklus reward instan yang adiktif. Kondisi ini membuat otak terbiasa dengan stimulasi cepat, sehingga sulit berkonsentrasi pada tugas yang membutuhkan fokus panjang. Akibatnya, kemampuan kita dalam mempertahankan perhatian dan menyelesaikan pekerjaan yang kompleks dapat menurun drastis.

Penurunan Rentang Perhatian dan Konsentrasi

Durasi konten TikTok yang singkat melatih otak untuk beralih fokus dengan cepat dari satu informasi ke informasi lain, yang secara perlahan dapat memperpendek rentang perhatian. Studi menunjukkan bahwa individu yang terlalu sering scrolling cenderung kesulitan dalam mempertahankan fokus pada satu topik dalam waktu lama, baik saat belajar, bekerja, maupun dalam percakapan sehari-hari. Ini berdampak signifikan pada produktivitas dan kualitas interaksi sosial kita.

Kecemasan, Depresi, dan Perbandingan Sosial

Interaksi konstan dengan platform seperti TikTok juga berpotensi memicu masalah kesehatan mental, termasuk peningkatan kecemasan dan depresi. Beberapa riset menyoroti bagaimana paparan berlebihan terhadap kehidupan ideal yang ditampilkan orang lain dapat memicu perbandingan sosial yang tidak sehat, menimbulkan perasaan tidak cukup atau rendah diri. Selain itu, cyberbullying atau konten yang mengganggu dapat secara langsung berdampak negatif pada kondisi psikologis pengguna.

Gangguan Tidur dan Kualitas Hidup Menurun

Penggunaan TikTok yang berlebihan, terutama sebelum tidur, sering kali mengganggu pola tidur alami seseorang. Penelitian telah mengonfirmasi bahwa cahaya biru dari layar gadget menghambat produksi melatonin, hormon tidur, yang berujung pada kesulitan tidur atau kualitas tidur yang buruk. Kurang tidur kronis pada akhirnya akan memengaruhi mood, energi, dan kemampuan kognitif sepanjang hari, secara signifikan menurunkan kualitas hidup.

Perubahan Struktur Otak dan Keterampilan Sosial

Beberapa penelitian awal bahkan mengindikasikan bahwa scrolling berlebihan dapat menyebabkan perubahan pada struktur otak, terutama di area yang berhubungan dengan pengambilan keputusan dan kontrol impuls. Selain itu, waktu yang dihabiskan di dunia maya mengurangi interaksi tatap muka, berpotensi mengikis keterampilan sosial dan kemampuan membaca isyarat non-verbal dalam kehidupan nyata. Ini bisa memperburuk perasaan terisolasi dan kesepian.

 

Penulis:Akhmad Syahrul Amin

Editor : Jauhar Yohanis
#efek negatif #Dampak negarif #tiktok #otak