Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Awas! Nutrisi Sayur dan Buah Zaman Sekarang Tak Lagi Seperti Dulu, Kok Bisa?

Internship Radar Kediri • Jumat, 6 Juni 2025 | 04:02 WIB
Awas! Nutrisi Sayur dan Buah Zaman Sekarang Tak Lagi Seperti Dulu, Kok Bisa?
Awas! Nutrisi Sayur dan Buah Zaman Sekarang Tak Lagi Seperti Dulu, Kok Bisa?

JP Radar Kediri – Kualitas gizi dalam sayur dan buah yang dikonsumsi masyarakat Indonesia terus menjadi sorotan.

Penelitian terkini menunjukkan bahwa kandungan nutrisi pada pangan alami seperti sayuran dan buah mengalami penurunan signifikan dibandingkan beberapa dekade lalu.

Penurunan ini dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kerusakan tanah akibat penggunaan pupuk kimia secara berlebihan, metode pertanian modern yang menitikberatkan hasil panen daripada nilai gizi, hingga proses distribusi dan penyimpanan yang berpengaruh terhadap kesegaran pangan.

Sebuah studi yang dimuat dalam jurnal Foods edisi Maret 2024 mengungkapkan bahwa kandungan mineral esensial seperti natrium, kalium, magnesium, kalsium, zat besi, dan zinc dalam sayur dan buah menurun antara 16 hingga 59 persen dalam 70 tahun terakhir.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan tampilan fisik pangan.

Sayuran mungkin terlihat segar, tetapi belum tentu kandungan nutrisinya setinggi dulu,” ujar dr. Sukamto Koesnoe, SpPD-KAI, spesialis penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RSCM.

Ia menambahkan bahwa masyarakat perlu mulai mengubah pola pikir konsumsi pangan.

“Penting untuk mulai memilih makanan yang padat gizi dan tidak hanya mengenyangkan. Banyak orang makan cukup kalori tapi tetap kekurangan mikronutrien,” terangnya.

Selain itu, para pakar pangan dan lingkungan juga mendorong penerapan pertanian regeneratif dan penggunaan benih lokal yang lebih adaptif serta mengandung nutrisi lebih tinggi.

Gaya hidup sehat kini tak cukup hanya dengan makan sayur dan buah.

Perlu perhatian terhadap kualitas dan sumber pangan tersebut. Masyarakat disarankan membeli produk lokal yang dipanen segar, serta mengurangi konsumsi makanan ultra-proses yang minim nilai gizi.

Penting pula untuk mengedukasi keluarga mengenai pentingnya diversifikasi makanan, termasuk memperbanyak variasi jenis sayur dan buah agar asupan nutrisi lebih seimbang.

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang penurunan kualitas pangan, diharapkan masyarakat bisa lebih bijak dalam memilih makanan demi menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan jangka panjang.

Penulis: Joenaidi Zidane, Mahasiswa Magang Politeknik Negeri Madiun (PNM)

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#buah #nutrisi #sayur