Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mengenal ADHD, Gangguan Tersembunyi dalam Tumbuh Kembang Anak. Bisakah Dihilangkan?

Jordan Rafael Anggara Saragih • Sabtu, 17 Mei 2025 | 06:05 WIB
ADHD
ADHD

JP RADAR KEDIRI-   Masalah tumbuh kembang pada anak sering kali muncul, salah satunya adalah gangguan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Kehadiran gangguan ini mendorong banyak ahli psikologi dan psikiatri untuk mencari solusi.

ADHD sering kali mengancam anak-anak di usia sekolah dasar, padahal masa ini adalah waktu yang penting bagi mereka untuk belajar dan bersosialisasi.

Menurut informasi dari Psychology Today, News-Medical.net, dan penelitian dari Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta, ADHD adalah gangguan membuat anak sulit fokus, terlalu aktif, dan impulsif.

Gangguan ini bisa mengganggu proses belajar dan tumbuh kembang anak jika tidak ditangani sejak dini. Ditandai dengan kesulitan dalam memfokuskan perhatian, hiperaktivitas, dan perilaku impulsif.

Gangguan ini tidak hanya mempengaruhi proses belajar dan interaksi sosial anak, tetapi juga dapat mengancam masa depan mereka jika tidak ditangani dengan tepat.

Menurut Awria dan Dariyanto mengatakan, ADHD sering mengancam pada anak-anak yang berada pada usia sekolah dasar padahal usia sekolah dasar merupakan usia dasar untuk anak-anak menuntut ilmu dan belajar bersosialisasi dengan lingkungan. Sehingga gangguan ADHD dapat mengancam kelangsungan hidup pada anak-anak dimasa depan. 

Menurut Saputro (dalam Yulianasari & Susanti, 2019) Prevalensi anak ADHD paling banyak terjadi kisaran 3-10% di Amerika Serikat, 3-7% terjadi di Jerman, 5-10% di Kanada dan Selandia baru. Kejadian ADHD di Indonesia kerap kali ditemukan pada anak usia prasekolah dengan sejumlah 16,3% dari jumlah total populasi 15,85% juta anak. 

Dalam jurnal yang  berjudul Studi Kasus Anak dengan Gangguan ADHD yang Sedang Menjalani Terapi di Pusat Layanan Disabilitas, tiga peneliti dari Universitas Muhammadiyah Surakarta. Mereka adalah  Nabila Maulida Rahmani, Tunjung Kusumawicitra, dan Usmi Karyani menyebut bahwa, menurut Hayati dan Apsari (2019) kasus ADHD di Indonesia termasuk cukup tinggi dengan jumlah mencapai 26,4% .

Badan Pusat Statistik Nasional tahun 2007 mencatat bahwa jumlah populasi anak di Indonesia sebanyak 82 juta, satu diantara lima anak dan remaja yang berusia dibawah 18 tahun memiliki permasalahan kesehatan jiwa. Dari jumlah itu, 16 juta diantaranya mengalami masalah kejiwaan yang termasuk ADHD.

ADHD merupakan gangguan kesehatan mental yang paling umum pada anak-anak, dengan prevalensi diperkirakan antara 5 hingga 11 persen. Sementara itu, ADHD pada orang dewasa dianggap lebih jarang, dengan sekitar 2 hingga 5 persen yang terdiagnosis.

Gejala ADHD dapat mengganggu berbagai aspek kehidupan, termasuk pekerjaan, pendidikan, tugas rumah, dan hubungan sosial. Mengatasi gangguan ini bisa menjadi tantangan bagi baik anak-anak maupun orang dewasa.

Namun, ada berbagai metode perawatan yang telah terbukti efektif. Salah satu caranya adalah belajar keterampilan. Cara ini bertujuan untuk mengatasi tantangan serta mengoptimalkan potensi mereka.  seperti yang telah dibuktikan oleh banyak orang sukses yang hidup dengan ADHD. 

 

 

Editor : Jauhar Yohanis
#anak #adhd