JP Radar Kediri - Kurang tidur bukan hanya membuat tubuh terasa lelah keesokan harinya, namun penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan begadang secara terus menerus dapat memberikan dampak serius terhadap fungsi otak.
Ahli neurologi memperingatkan bahwa kurang tidur kronis bisa menurunkan kemampuan kognitif, memperlambat respon, hingga memicu gangguan daya ingat jangka pendek maupun jangka panjang.
National Institutes of Health mengungkap sebuah penelitian yang berisi bahwa orang dewasa yang tidur kurang dari enam jam per malam dalam jangka waktu lama mengalami penurunan aktivitas otak di bagian prefrontal cortex yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan dan konsentrasi.
Akibatnya, individu yang kurang tidur cenderung membuat keputusan yang impulsif, sulit fokus, dan lebih mudah mengalami stres.
Tak hanya itu, kurang tidur juga berdampak pada proses detoksifikasi otak, di saat kamu tidur, sistem glymphatic bekerja membersihkan racun dan sisa metabolisme dari otak.
Baca Juga: Jangan Asal Diet! Kenali 7 Tanda Tubuh Tidak Cocok dengan Pola Makan Kamu
Jika waktu tidur terganggu, proses ini terhambat, sehingga risiko kerusakan atau kemunduran fungsi sel-sel saraf di otak maupun sistem saraf pusat yang berlangsung secara bertahap dan progresif atau istilah dalam medisnya neurodegeneratif seperti Alzheimer meningkat.
Dengan maraknya gaya hidup modern dan tuntutan pekerjaan yang tinggi, banyak orang menganggap begadang sebagai hal biasa, namun kenyataannya, otak memiliki batas kemampuan yang jika terus dipaksakan, kerusakannya tak selalu bisa diperbaiki.
Begadang memang tampak sepele, tapi konsekuensinya bisa sangat mahal, bahkan hingga kehilangan kejernihan berpikir yang tak ternilai harganya.
Penulis: Fikri Raihan Pratama, Mahasiswa Magang Universitas Pembangunan “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT).
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira