Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tiap Hari Makan Ultra Processed Food? Siap-siap Jadi Bom Waktu Kesehatan

Redaksi Radar Kediri • Senin, 14 April 2025 | 03:34 WIB
Ultra Processed Food
Ultra Processed Food

 

JP Radar Kediri - Dalam perkembangan teknologi yang begitu pesat seperti sekarang ini, banyak hal sangat di mudahkan dan di manjakan oleh teknologi itu sendiri.

Tak terkecuali dalam sektor pangan, di tengah kesibukan dan gaya hidup masyarakat yang serba cepat karena teknologi, makanan ultra proses (ultra processed food/UPF) adalah salah satu perkembangan teknologi yang semakin mendominasi meja makan masyarakat. 

Dari mi instan, sereal sarapan, camilan kemasan, hingga makanan siap saji, UPF menawarkan kenyamanan yang sulit ditolak, namun di balik kepraktisan dan rasanya yang menggoda, riset ilmiah mulai mengungkap ancaman nyata dari konsumsi jangka panjang makanan ini.

Menurut klasifikasi NOVA (sistem pengelompokan makanan berdasarkan tingkat pengolahannya), makanan ultra-proses adalah produk makanan yang telah mengalami pemrosesan industri berat dan mengandung sedikit atau bahkan tidak mengandung bahan alami utuh. 

Sebaliknya, makanan ini mengandung banyak bahan tambahan seperti pemanis buatan, pewarna, pengawet, dan pengemulsi.

Baca Juga: Sudah Tahu Belum? Sinar Matahari Pagi Ternyata bisa Seampuh Treadmill!

Dan sangat disayangkan bahan tambahan ini bukan ditambahkan untuk menambah nilai gizi, tapi lebih untuk memperbaiki rasa, tampilan, dan agar tahan lama, contoh makanannya seperti : 

Sebuah studi yang dipublikasikan oleh The BMJ (2023) menyebutkan bahwa konsumsi makanan ultra-proses secara rutin berkaitan erat dengan meningkatnya risiko penyakit jantung, obesitas, diabetes tipe 2, bahkan kematian dini. 

Selain itu ada beberapa bahaya yang mengintai kesehatan kamu, seperti : 

Konsumsi ultra processed food berlebihan meningkatkan risiko stroke dan penyakit jantung akibat kandungan natrium tinggi, lemak trans, dan penyumbatan pembuluh darah.

Baca Juga: Gonta-ganti Pasangan Jadi Sebab Utama Kanker Serviks, Begini Penjelasan Dokter RS Gambiran Kota Kediri

Ultra processed food kaya gula tambahan dan lemak jahat memicu resistensi insulin, diabetes tipe 2, dan penumpukan lemak penyebab obesitas.

Pengawet dan bahan kimia dalam ultra processed food merusak usus dan meningkatkan risiko kanker, terutama usus besar.

Ultra processed food mempercepat penuaan sel dan berkontribusi pada depresi, demensia, serta penurunan fungsi otak.

Ultra processed food mungkin tak bisa dihindari sepenuhnya di era modern, tetapi membatasi konsumsinya adalah langkah bijak untuk menjaga kesehatan jangka panjang. 

Baca Juga: Ini Dia Tanda Seseorang Memiliki Mental yang Kuat, Apakah Kamu Salah Satunya?

Pilihan ada di tangan kamu untuk terus bergantung pada makanan instan atau beralih ke pola makan yang lebih alami.

 

Penulis: Fikri Raihan Pratama, Mahasiswa Magang Universitas Pembangunan “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT)

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#kanker #ultra processed food #upf