Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mitos atau Fakta? Makanan Bersantan Bisa Bikin Maag Kumat Saat Berbuka!

Redaksi Radar Kediri • Senin, 24 Maret 2025 | 20:44 WIB
Santan Kelapa
Santan Kelapa

 

JP Radar Kediri - Makanan yang salah satu bahannya santan sangat digemari oleh banyak orang, karena santan menambah kenikmatan suatu makanan menjadi lebih gurih dan menyenangkan lidah.

Tidak sedikit pula umat muslim yang berpuasa dan berbuka langsung dengan makanan berat dan kompleks yang mengandung santan. 

Namun, ada juga yang percaya bahwa makanan bersantan bisa memicu maag, terutama jika dikonsumsi saat perut kosong setelah seharian berpuasa. Tapi, benarkah demikian? Atau ini hanya mitos yang belum terbukti? simak penjelasan berikut.

Mengapa Makanan Bersantan Dituduh Sebagai Penyebab Maag?

Makanan bersantan kerap dianggap sebagai penyebab maag karena kandungan lemaknya yang cukup tinggi. 

Lemak ini bisa memperlambat proses pencernaan, sehingga membuat perut terasa penuh lebih lama. Akibatnya, bagi penderita maag atau asam lambung, ini bisa memicu ketidaknyamanan seperti perut kembung, nyeri ulu hati, hingga refluks asam.

Selain itu, santan juga mengandung minyak alami yang bisa merangsang produksi asam lambung. Ketika asam lambung meningkat secara berlebihan, dinding lambung bisa teriritasi dan menyebabkan gejala maag kambuh.

 

Baca Juga: Jangan Dibuang!, Ini Manfaat Golden Garlic untuk Kesehatan

 

Fakta yang Mengejutkan!

Secara umum, makanan yang mengandung banyak lemak, seperti makanan bersantan, dapat memicu peningkatan produksi asam lambung, yang bisa memperburuk gejala maag pada sebagian orang. 

Lemak yang terkandung dalam santan cenderung membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, yang bisa menyebabkan perut merasa penuh, kembung, atau bahkan meningkatkan rasa sakit.

Namun, ini tidak berlaku untuk semua orang, bagi sebagian individu yang memiliki toleransi terhadap makanan berlemak, makanan bersantan tidak akan menimbulkan masalah yang signifikan pada pencernaan. 

Tapi sangat disarankan saat berbuka hindari makan makanan yang kompleks dan mengandung santan, mulailah dengan makan makanan ringan dan tidak membuat lambung bekerja ekstra setelah kosong seharian.

Seperti yang diungkapkan dr. Tirta Mandira Hudhi atau yang sering disapa cipeng pada podcast yang berjudul #suaratirta NGABUBURIT DITEMENIN MITOS & FAKTA KESEHATAN SPESIAL RAMADAN! Pt.3“ di kanal youtube Tirta PengPengPeng yang tayang pada Jumat (21/3). 

 

Baca Juga: 4 Kebiasaan Ini Ternyata Bikin Kamu Sulit BAB Saat Puasa, Apa Saja?

 

“Karena lambung kosong maka asam lambung akan keluar juga, jadi lambung kita terisi gas, kalian bayangkan gas ini penuh terus kalian kasih santan yang merupakan lemak jenuh dan trans jenuh, otomatis lambung kalian langsung bekerja ekstra dan akan memunculkan resiko Dispepsia atau perut sebah yang berujung pada Gerd,” jelasnya.

Jadi, apakah makanan bersantan bisa menyebabkan maag kambuh? Jawabannya bisa bervariasi tergantung pada kondisi tubuh masing-masing, pada sebagian orang yang sensitif terhadap lemak, makanan bersantan memang bisa memperburuk gejala maag. 

Bagi penderita maag, yang terpenting adalah mendengarkan tubuh kamu dan memperhatikan makanan yang memicu gejala, namun jika kamu merasa makanan bersantan mempengaruhi kondisi pencernaan, sebaiknya batasi konsumsinya, terutama saat berbuka puasa.

 

Penulis: Fikri Raihan Pratama, Mahasiswa Magang Universitas Pembangunan “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT)

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#gerd #puasa #maag #Santan Kelapa