JP Radar Kediri - Minum obat merupakan salah satu langkah usaha untuk penyembuhan dari sakit yang dialami.
Namun masih banyak orang yang mengonsumsi obat dengan cara yang tidak sesuai dengan anjuran medis, seperti menelan obat dengan menggunakan selain air putih, beberapa orang memilih teh, kopi, susu, atau bahkan minuman bersoda untuk menelan pil tanpa menyadari bahaya yang mengintai.
Walaupun mungkin tampak sepele, cara ini bisa menimbulkan risiko kesehatan yang serius. Tapi, kenapa harus air putih? simak penjelasan berikut.
- Wajib Air Putih !
Pada air putih kandungannya sangat minim berbahaya, sebatas elektrolit saja yang paling mentok. Selain itu juga ada beberapa manfaat penting seperti :
- Penyerapan yang Optimal
Air putih membantu obat diserap lebih cepat ke dalam tubuh. Dengan cairan lain, seperti jus, soda, atau kopi, proses penyerapan obat bisa terganggu.
Baca Juga: BPOM Peringatkan Masyarakat Waspada Terhadap Obat Setelan, Ini Alasannya
- Mencegah Efek Samping
Beberapa minuman bisa bereaksi dengan obat, menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan, seperti minum obat dengan kopi yang mengandung zat psikoaktif bisa menimbulkan asam lambung naik drastis.
Hal ini juga diungkapkan oleh dr. Tirta Mandira Hudhi atau yang sering disapa Cipeng pada podcast yang berjudul “#Suaratirta: MITOS FAKTA SEPUTAR KESEHATAN!” di kanal youtube Tirta PengPengPeng yang tayang pada 3 Oktober 2023.
“pokoknya kalau minum obat. pakailah air mineral atau air putih karena untuk meminimalisir interaksi antar obat, atau makanan macem pisang, buah gitu gapapa,” ujarnya.
- Mencegah Iritasi pada Kerongkongan
Air putih dapat membantu melancarkan proses menelan obat dan mencegah iritasi atau bahkan luka pada kerongkongan yang dapat terjadi bila menelan obat dengan cairan lain yang lebih pekat atau asam.
- Mengkonsumsi dengan Cairan Lain, Bolehkah?
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam buku ajar interaksi obat oleh Dr. Apt. Diana Laila Ramatillah, M. Farm Fakultas Farmasi mengungkapkan bahwa beberapa obat dapat berinteraksi dengan makanan atau minuman tertentu, mempengaruhi penyerapan atau metabolisme obat tersebut.
Misalnya, kombinasi antara cerivastatin dan gemfibrozil dapat meningkatkan risiko rhabdomyolysis, suatu kondisi serius yang melibatkan kerusakan otot rangka. Berikut beberapa alasan lain mengapa minum obat dengan selain air putih bisa membahayakan kesehatan.
Baca Juga: Jangan Dibuang!, Ini Manfaat Golden Garlic untuk Kesehatan
- Penyerapan Obat yang Tidak Optimal
Kandungan dalam obat bisa diserap lambat ke dalam tubuh jika menggunakan cairan lain selain air putih untuk menelannya.
Karena minuman manis atau asam dapat mengubah pH dalam perut, yang mengganggu proses penguraian obat. Ini berarti obat bisa menjadi kurang efektif atau memerlukan waktu lebih lama untuk memberikan efek terapeutik atau penyembuhannya.
- Risiko Merusak Organ Tubuh
Kafein atau alkohol bisa mempengaruhi organ ginjal dan hati yang bertanggung jawab atau bertugas utama memproses obat, jika mengkonsumsi obat dengan minuman yang mengandung alkohol atau kafein bisa meningkatkan beban pada organ-organ ini dan merusak fungsinya
-
Mengiritasi Lambung
Beberapa jenis minuman, seperti kopi atau minuman bersoda, bersifat asam dan bisa meningkatkan produksi asam lambung. Jika obat diminum bersama dengan minuman seperti itu, ada kemungkinan iritasi lambung terjadi, yang bisa memperburuk kondisi lambung atau menyebabkan maag.
Namun ada beberapa situasi cairan lain dibutuhkan, misalnya, saat butuh kenyamanan lebih untuk mudah diminum, namun tetap harus ditimang minuman yang tidak berinteraksi dengan obat tertentu dan harus sesuai rekomendasi dokter.
Selain itu, ada beberapa obat yang dianjurkan untuk diminum dengan susu, seperti beberapa jenis antibiotik, karena susu bisa melindungi lambung dari iritasi yang disebabkan oleh obat.
Namun, penggunaan cairan selain air putih sebaiknya tidak dilakukan tanpa berkonsultasi dengan tenaga medis.
Menelan obat dengan cairan selain air putih bisa tampak tidak berbahaya, namun sebenarnya bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan. Interaksi dengan minuman lain, pengaruh terhadap penyerapan obat, hingga potensi kerusakan organ adalah beberapa risiko yang mungkin terjadi.
Oleh karena itu, penting untuk selalu mengikuti petunjuk medis dan menggunakan air putih sebagai cairan utama saat menelan obat. Jika ada keraguan atau pertanyaan, konsultasikan dengan tenaga medis untuk menghindari masalah yang lebih serius di kemudian hari.
Penulis: Fikri Raihan Pratama, Mahasiswa Magang Universitas Pembangunan “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira