Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ternyata Ini Pemicu Gagal Ginjal pada Anak

Ayu Ismawati • Senin, 24 Februari 2025 | 16:50 WIB

 

Photo
Photo

JP RADAR KEDIRI- Semakin tingginya angka pengidap gagal ginjal salah satunya dapat dilihat dari permintaan layanan hemodialisis. Di Kota Kediri, ada empat rumah sakit yang memiliki layanan itu. Yakni, di RSUD Gambiran, RS Baptis, RS Bhayangkara Kediri, serta RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan.

Dari seluruh faskes penyedia cuci darah itu, menurut Dinas Kesehatan Kota Kediri permintaan layanannya sangat tinggi. Hingga ada daftar tunggu untuk pasien baru.

“Memang semua rumah sakit (di Kota Kediri, Red) yang ada hemodialisanya sekarang ada daftar tunggu,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr Muhammad Fajri Mubasysyir melalui Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dwi Sunaryati.

Daftar tunggu itu artinya, selama pasien hemodialisa yang terdaftar di rumah sakit tersebut masih menjalani pengobatan di sana, maka pasien baru harus menunggu antrean. Namun, pengecualian dilakukan untuk kasus-kasus gawatdarurat.

“Misal seperti mabuk atau keracunan itukan harus (diberi tindakan, Red) karena gawat darurat. Ya itu didahulukan karena menyangkut penyelamatan nyawa,” urainya.

Dia menambahkan, meski mayoritas pasien hemodialisis disebabkan gagal ginjal, namun tidak menutup kemungkinan prosedur cuci darah diberlakukan untuk gangguan kesehatan lain seperti keracunan.

Sedangkan untuk pasien regular seperti gagal ginjal, pengobatan harus dilakukan secara terus-menerus selama hidup.

Dengan demikian, pasien baru yang tidak termasuk gawat darurat harus inden atas pasien-pasien regular tersebut.

“Nanti kalau memang ini menjadi gawat darurat, ya ini (pasien yang masih dalam daftar tunggu, Red) didahulukan. Tapi nanti dokternya yang melihat,” tandas Dwi.

Data yang dihimpun koran ini, rata-rata daftar tunggu di empat rumah sakit itu mencapai ratusan orang.

Mulai dari RS Baptis dengan daftar tunggu mencapai 100 orang serta RS Bhayangkara Kediri sebanyak 130 orang.

Kemudian, di RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan antreannya mencapai 126 orang. Terakhir di RSUD Gambiran dengan daftar tunggu yang mencapai 120 orang.

Sepanjang 2024 lalu, rata-rata pasien hemodialisis di empat rumah sakit itu mencapai 647 – 701 pasien per bulan.

Dan dalam satu bulan, setiap rumah sakit selalu melayani sedikitnya 87 pasien dan paling banyak 355 pasien.

Dari empat rumah sakit itu, pasien paling banyak ada di RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan dengan rata-rata 321 pasien tiap bulan selama 2024 lalu.

Meskipun ada daftar tunggu, Dwi memastikan pengobatan tetap dilakukan. Pengawasan oleh dokter tetap akan dilakukan meski pasien berada dalam daftar tunggu.

“Termasuk kalau nanti tiba-tiba harus dilakukan (tindakan cuci darah, Red), ya pasti didahulukan,” sambungnya.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #dinas kesehatan #layanan hemodialisis #jawapos #gagal ginjal #Pemicu Gagal Ginjal pada Anak #rumah sakit