JP Radar Kediri – Aktivitas kegempaan Gunung Kelud mengalami penurunan pada Minggu (18/10).
Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Kelud mencatat tiga kali gempa tektonik jauh selama periode pengamatan pukul 00.00–24.00 WIB.
Meski demikian, status gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Kediri, Blitar, dan Malang tersebut masih berada pada Level I atau Normal.
Jumlah gempa itu turun dibandingkan pengamatan sehari sebelumnya, Sabtu (17/10), yang mencatat lima kali gempa tektonik jauh.
Berdasarkan laporan pengamatan, gempa tektonik jauh tersebut memiliki amplitudo 4–20 milimeter dengan durasi 61–288 detik.
Secara visual, kondisi Gunung Kelud terpantau jelas tanpa adanya asap kawah.
Sementara itu, pantauan melalui kamera CCTV menunjukkan air danau kawah berwarna kehijauan dengan bualan air di tengah danau yang teramati samar-samar.
Suhu air danau kawah berdasarkan pemantauan telemetri tercatat 28,89 derajat Celsius.
Baca Juga: Gempa Tektonik Jauh Kelud Meningkat Jadi Lima Kali, Terjadi Angin Kencang, Status Level I
Angka tersebut tidak berubah dibandingkan hasil pengamatan sehari sebelumnya.
Dari sisi meteorologi, cuaca di sekitar gunung terpantau cerah hingga berawan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah selatan, barat daya, dan barat.
Suhu udara berkisar 20–33 derajat Celsius dengan kelembapan 51–68 persen.
Meski aktivitas Gunung Kelud masih berada pada Level I atau Normal, masyarakat dan pengunjung atau wisatawan diimbau tidak mendekati kawah dalam radius 1 kilometer.
Selain itu, masyarakat dan penambang diminta mewaspadai potensi lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Kelud.
Laporan tersebut disusun Dany Erlangga Yosa Putra dari Pos Pengamatan Gunung Api Kelud berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Geologi, serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Editor : Andhika Attar AninditaSumber : pvmbg, pga kelud