Harga Cabai Melonjak Faktor Kemarau, Jadi Fokus Satgas Pangan Kabupaten Kediri

Diana Yunita Sari • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 09:32 WIB
Tim satgas pangan memeriksa sayuran terutama cabai yang tengah melonjak (Diana Yunita)
Tim satgas pangan memeriksa sayuran terutama cabai yang tengah melonjak (Diana Yunita)

JP Radar Kediri — Tiga bulan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) beberapa harga komoditas mulai mengalami kenaikan. Terutama cabai rawit yang di pasaran bisa menembus Rp 70 ribu per kilogram.

“Sekitar sebulan ini harganya naik turun. Sempat turun sedikit kemudian naik lagi,” aku Parmi, 42, pedagang cabai.

Perubahan harga tersebut juga membuat pedagang harus menyesuaikan harga jual kepada konsumen. Tidak bisa mempertahankan harga lama ketika harga pasokan kembali mengalami kenaikan.

Baca Juga: Satgas Pangan Kabupaten Kediri Sidak Pasar Grogol, Harga Daging dan Cabai Melonjak Jadi Catatan

Di balik kenaikan harga di pasar, petani cabai justru menghadapi tekanan dari sisi biaya produksi. Musim kemarau membuat kebutuhan operasional untuk menjaga tanaman tetap produktif meningkat.

Pitlas, 62, seorang petani cabai, mengatakan kondisi cuaca kering membuat biaya yang dikeluarkan selama proses budidaya ikut bertambah. Tanaman tetap membutuhkan perawatan meski kondisi air terbatas.

“Musim kemarau membuat biaya operasional naik. Perawatan tanaman jadi lebih banyak mengeluarkan biaya,” kata Pitlas.

Baca Juga: Harga Cabai Melejit, Panenan Sedikit Tembus Rp 62 Ribu di Tingkat Pedagang

Menurut dia, kenaikan harga cabai di tingkat pasar tidak serta-merta berarti keuntungan petani ikut meningkat. Sebab, biaya untuk mempertahankan tanaman selama kemarau juga mengalami kenaikan.

“Harga cabai naik, tetapi biaya yang dikeluarkan petani juga ikut naik,” ujarnya.

Kondisi kemarau membuat petani harus lebih memperhatikan kebutuhan tanaman. Perawatan yang lebih intensif diperlukan agar tanaman tetap tumbuh dan menghasilkan buah.

“Kalau kemarau panjang, perawatan lebih berat karena tanaman harus tetap dijaga agar produksinya tidak turun,” pungkasnya.

Baca Juga: Harga Cabai Rawit di Kediri Terus Melejit, Ini Peningkatannya!

Kondisi tersebut membuat kenaikan harga cabai di tingkat konsumen perlu dilihat dari rantai perdagangan secara keseluruhan. Di tingkat pedagang, kenaikan terlihat dari harga pasokan yang harus dibayar. Sementara di tingkat petani, biaya produksi justru meningkat akibat kondisi kemarau.

Harga cabai yang naik itu juga menjadi perhatian satuan tugas (satgas) pangan Kabupaten Kediri. Tak hanya cabai, komoditas daging juga mengalami hal serupa. Kedua komoditas tersebut menjadi fokus satgas pangan selain isu beras premium di tingkat pasar tradisional. 

Kabid Ketersediaan, Distribusi, dan Kerawanan Pangan DKPP Kabupaten Kediri Arbai mengatakan, harga daging sapi saat ini berada di kisaran Rp 125 ribu per kilogram. Angka tersebut naik dari harga normal sekitar Rp 120 ribu per kilogram. Sementara harga daging ayam berada di kisaran Rp 38 ribu per kilogram. 

Baca Juga: Hasil Sidak Satgas Pangan: Stok SPHP Sempat Kosong, Penggilingan Keluhkan Harga Gabah Tinggi

“Untuk daging ada sedikit kenaikan tapi tidak terlalu signifikan,” ujarnya.

Komoditas lain yang turut menjadi perhatian adalah cabai. Harga cabai rawit saat ini mencapai sekitar Rp 64 ribu per kilogram, sedangkan cabai keriting berada di angka Rp 44 ribu dan cabai merah besar sekitar Rp 38 ribu per kilogram.

Arbai menyebut kondisi tersebut salah satunya berkaitan dengan musim kemarau panjang yang berdampak terhadap produksi cabai di sejumlah sentra di Kabupaten Kediri.

Menurutnya beberapa daerah memiliki mekanisme pengairan berbeda-beda sehingga ketika kemarau panjang sangat berpengaruh terhadap hasil panen. 

Baca Juga: Keracunan Hingga Temuan Serangga, Satgas MBG Kota Kediri Jadwalkan Monev ke Seluruh SPPG

“Untuk Puncu dan Kepung pengairannya tergantung hujan, bukan pengairan teknis. Ketika belum ada hujan, mereka belum menanam. Beberapa spot ada yang menanam, tetapi harus mengeluarkan uang lebih untuk pengairan,” jelasnya.

Di sisi lain, wilayah Pagu dan Plosoklaten yang berada di dataran lebih rendah memiliki sistem pengairan yang berbeda. Kondisi tersebut membuat dampak kemarau terhadap aktivitas tanam di masing-masing wilayah tidak sama.

Selain memantau harga, Satgas Pangan juga mengecek kondisi dan keamanan komoditas daging yang beredar di pasar. Salah satunya pemeriksaan pH dan kadar air daging, menurutnya dari pemantauan Satgas Pangan saat ini stok daging juga masih mencukupi. 

Baca Juga: Satgas MBG Kota Kediri Beri Rekom Penutupan SPPG Kaliombo! Hasil Investigasi Keracunan Naik ke BGN

Sementara itu, harga telur justru mengalami penurunan. Setelah sebelumnya berada di kisaran Rp24 ribu per kilogram, kini harganya sekitar Rp23 ribu per kilogram.

Arbai menegaskan pemantauan juga akan ditingkatkan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), termasuk Natal dan Tahun Baru (Nataru). Jika ditemukan gejolak harga, Satgas Pangan akan kembali turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan.

“DKPP sendiri setiap hari ada pantauan harga. Kalau ada kecenderungan harga atau beberapa komoditas yang mulai diwaspadai, kami komunikasikan dengan anggota tim Satgas untuk turun. Menjelang HBKN, Natal dan Tahun Baru, pasti kami akan turun,” tegasnya. 

 

Editor : Shinta Nurma Ababil
Sumber : Radar Kediri
kabupaten kediri sidak pasar daging ayam musim kemarau harga cabai