JP Radar Kediri – Pemkab Kediri tak ingin kesempatan menjadi embarkasi dan debarkasi haji pada 2027 nanti gagal. Karena itu, tahapan-tahapan persiapan terus dilaksanakan. Terutama tahapan menggelar simulasi haji.
Simulasi haji tersebut juga tak cuma dilakukan sekali. Pemkab pun merencanakan melaksanakannya dua kali.
Anggarannya juga sudah diplot dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) yang saat ini tengah digodok.
“Simulasi haji untuk melihat apa saja yang harus dilakukan dalam pelayanan (haji) nanti. Sehingga saat penerbangan haji dimulai sudah tidak ada masalah,” terang Asisten I Sekretariat Daerah bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Sukadi.
Sebelumnya Pemkab Kediri bersama manajemen Bandara Dhoho melakukan studi tiru ke Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulonprogo.
Hasilnya, YIA menggelar simulasi pelayanan haji. Hal inilah yang akan ditiru oleh Bandara Dhoho.
Rencananya, simulasi tersebut akan berlangsung dua kali. Mulai dari kedatangan calon jemaah haji ke hotel transit sampai dengan kepulangan jemaah haji dari Tanah Suci. Anggaran untuk pelaksanaan juga sudah disiapkan.
Baca Juga: Pemkab Kediri Serahkan 5,9 Hektare Tanah untuk Hotel Haji, Perkuat Rencana Embarkasi Haji
“Sesuai persetujuan Mas Bup (Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Red) dalam perubahan anggaran keuangan (PAK, Red) akan dianggarkan untuk dua kali simulasi,” jelasnya sembari menyebut bahwa besarannya masih dibahas.
Meskipun besar anggaran belum diputuskan, waktu pelaksanaan simulasi sudah disiapkan. Simulasi pertama akan berlangsung November. Saat ini skemanya tengah dalam pembahasan.
Sementara itu, Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa menyebut bahwa Pemkab Kediri mendukung penuh agar penerbangan haji lewat Bandara Internasional Dhoho Kediri bisa benar-benar terealisasi pada 2027.
Pemkab Kediri pun melakukan berbagai fasilitasi untuk menunjang hal itu.
“Seperti akhir Agustus kemarin Mas Bup telah menghibahkan tanah ke Kemenhaj (Kementerian Haji, Red) sebagai lahan calon hotel haji. Termasuk juga perbaikan dan pelebaran ke sana juga dipenuhi pemkab,” jelas Dewi.
Selaras dengan Sukadi, Dewi mengatakan pada PAK ini Pemkab Kediri menyiapkan anggaran untuk simulasi. Agar pelayanan haji di Bandara Dhoho nantinya bisa terlaksana tanpa kendala.
“Karena memang kami berharap agar penerbangan haji ini bisa segera terealisasi. Dampaknya nanti kembalinya ke masyarakat, ekonomi bisa terangkat,” tegas Dewi.
Baca Juga: RSUD SLG dan Puskesmas Grogol Jadi Rujukan CJH Embarkasi Dhoho Kediri, Begini Penjelasannya
Terpisah, General Manager (GM) Angkasa Pura Indonesia Bandara Dhoho Kediri Rahmat Yoni Saputra juga menyatakan optimismenya.
Dia menyebut, secara fasilitas, Bandara Internasional Dhoho Kediri sudah siap untuk melayani haji. “Secara fasilitas kami sudah 100 persen,” tegasnya.
Walau demikian, lanjutnya, masih ada yang perlu diselesaikan. Yakni terkait kelengkapan dokumen maskapai Saudia Airlines.
Menurutnya, saat ini Saudia Airlines yang bakal melayani penerbangan haji di Bandara Dhoho masih menuntaskan kebutuhan dokumennya.
Baca Juga: Dua Hotel Jadi ‘Wisma’ Embarkasi Haji Kediri, Begini Penjelasannya
“Saudia Airlines ini masih perlu melengkapi administrasi mereka,” jelasnya.
Selain itu, menurutnya tidak ada kendala dalam persiapan penerbangan haji. Sebab, status Bandara Dhoho juga sudah Internasional.
Sehingga, menurutnya, mulai dari keperluan administrasi maupun fasilitas sudah siap.
“Karena kami (manajemen bandara. Red) juga sudah terbiasa menyiapkan event besar seperti haji ini. Jadi tahapan yang perlu dilakukan juga sudah terbiasa. Sehingga kami juga bisa segera melengkapi,” tegas Yoni.
Seperti diberitakan, Bandara Internasional Dhoho Kediri direncanakan bakal jadi embarkasi haji pada 2027 nanti. Salah satu penyebabnya adalah Bandara Internasional Juanda sudah overload.
Editor : Ayu IsmawatiSumber : Radar Kediri