KEDIRI, JP Radar Kediri – Kemarau di Kota Kediri agaknya akan lebih panjang. Bahkan diprediksi akan terus berlangsung hingga Oktober mendatang. Sehingga masyarakat diminta untuk waspada beberapa potensi bencana.
Hal itu diungkapkan oleh Kalaksa BPBD Kota Kediri Joko Arianto. Dia menyebut jika kemarau pada tahun ini memang lebih panjang. Itu karena ada fenomena El Nino.
“Jadi memang kemarin prediksinya Agustus. Ternyata kemarau lebih panjang karena dampak El Nino sangat kuat. Yang menghambat pembentukan awan hujan,” ujar Joko.
Baca Juga: Lipsus Dampak Kemarau Panjang Terhadap Pertanian: Pengambilan Air Tanah Harus Diimbagi Perawatan
Ya, musim kemarau di Kota Kediri awalnya diprediksi berakhir pada bulan Agustus. Namun kini diperkirakan akan berlangsung lebih panjang hingga Oktober mendatang.
Kemudian November akan memasuki masa transisi atau pancaroba. Curah hujannya bisa rendah atau menengah. Artinya sudah hujan namun belum merata.
“Baru nantinya Desember curah hujannya tinggi atau mulai merata,” imbuhnya.
Menurutnya, cuaca kemarau yang lebih panjang ini memang menjadi siklus tahunan. Hanya saja yang membedakan adalah durasi waktu yang lebih lama dibandingkan sebelum-sebelumnya.
Baca Juga: BMKG: El Nino Sangat Kuat, Kemarau Masih Dominan hingga 27 Agustus
Meskipun durasi kemarau lebih panjang, BPBD memastikan kondisi cuaca di Kota Kediri saat ini masih dalam batas normal dan belum menimbulkan kekeringan ekstrem.
Suhu udara terpantau berkisar antara 25 hingga 33 derajat Celcius dengan kelembapan 13 hingga 82 persen. Sedangkan anginnya berhembus dari selatan dengan kecepatan 10-35 km/jam.
“Ada terjadi peningkatan namun masih dalam batas normal,” tandas Joko. Lebih lanjut dia menjelaskan, angin yang cukup kencang ini juga perlu menjadi perhatian masyarakat.
Terutama bagi mereka yang sering berkendara menggunakan kendaraan sepeda motor.
“Juga hindari berteduh atau parkir di bawah pohon tua, baliho, atau tiang listrik,” pintanya.
Baca Juga: Puncak Kemarau Agustus ini: Awas Bencana Kekeringan!
Untuk diketahui, dalam menghadapi cuaca kemarau panjang ini BPBD melakukan koordinasi lintas sektor. Mulai dari Dinas Pertanian untuk sosialisasi program masa tanam, PDAM untuk kepastian pasokan air bersih, hingga Dinas Kesehatan guna mengantisipasi lonjakan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat cuaca berdebu.
“Kami juga sudah memetakan daerah-daerah yang secara historis rawan (kekeringan, Red) seperti kawasan lebak tumpang. Namun sejauh ini kami belum menerima laporan kekeringan,” pungkas Joko.
Editor : Ayu IsmawatiSumber : Radar Kediri