KOTA, JP Radar Kediri - Jumlah petani yang ada di Kota Kediri saat ini berjumlah ribuan orang. Sayangnya, petani mudanya hanya berkisar belasan persen. Hal itu diungkapkan oleh Kepala DKPP Kota Kediri Arief Cholisudin.
Dia menyebut jika jumlah petani di Kota Kediri ada sekitar 2.400.
“Hanya saja petani baru atau muda berada di angka 10 sampai 13 persen,” ujar pria yang akrab disapa Cholis itu.
Menariknya, dari belasan persen petani muda itu justru bukan berlatar belakang keluarga petani. Melainkan orang baru yang melihat ada peluang yang bisa dimanfaatkan di bidang tersebut.
Mayoritas petani muda tertariknya juga di hidroponik. Yang ada kaitannya dengan teknologi.
Baca Juga: Minim Air, Petani di Kota Kediri Beralih ke Komoditas Jagung hingga Kedelai
"Karena yang tidak bisa dimasuki oleh AI itu kan hanya di petani. Makanya mungkin anak-anak muda yang sudah paham teknologi mau terjun ke petani karena ada banyak hal yang bisa digarap," tegasnya.
Lalu terkait kendala, Cholis menyebut jika sejauh ini kendalanya mungkin terkait lahan yang terbatas juga waktu sewa yang singkat. Ya, keterbatasan lahan menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi jumlah petani.
Terlebih karakter petani muda dinilai berbeda dengan generasi sebelumnya. Yang mayoritas dari mereka berpikir logis dengan memanfaatkan teknologi.
“Sistem sewa lahan yang hanya 2 tahun juga turut menjadi kendala. Karena petani menilai waktunya terlalu singkat belum sampai mendapat keuntungan," ujarnya.
Meski demikian DKPP terus berupaya mendorong generasi muda untuk terjun di dunia pertanian. Itu dengan rutin mengadakan pelatihan dan bimbingan teknis (bimtek).
Baca Juga: Harga Jagung di Tingkat Petani Kota Kediri Anjlok tetapi di Pasaran justru Tinggi
"Jadi upaya kami untuk meningkatkan jumlah petani muda adalah sering mengadakan Bimtek. Juga memperkenalkan dunia pertanian kepada khalayak lebih luas di CFD (car free day, Red)," tandas mantan Kadishub Kota Kediri itu.
Editor : Ayu IsmawatiSumber : Radar Kediri