JP Radar Kediri - Harga cabai di Kediri Raya masih relatif tinggi. Sayangnya, kondisi tersebut belum sepenuhnya menguntungkan petani. Pasalnya, hasil panenan cabai justru menurun akibat musim kemarau panjang yang melanda.
Nuryanto, salah seorang petani cabai asal Kecamatan Pagu mengaku tanaman cabai miliknya tidak mampu berproduksi optimal. Cuaca panas membuat pertumbuhan tanaman terganggu. Daun cabai menjadi lebih kecil dan buah yang dihasilkan pun tidak maksimal.
“Harga tinggi, tapi panenan sedikit, jadi ya ga bisa dikatakan untung,” ujarnya. Saat ini, harga cabai di tingkat petani berada di kisaran Rp 50 ribu per kilogram.
Kondisi serupa juga terlihat di Pasar Induk Sayur Pare. Pasokan sejumlah jenis cabai mengalami penurunan. Henry Aryawan, pengurus pasar induk bagian cabai besar mengatakan ketersediaan cabai di pasar tersebut saat ini cenderung terbatas.
Baca Juga: Petikan Sedikit, Harga Cabai Rawit Melejit Dipicu Berakhirnya Masa Panen Raya
Ia mengatakan, per Kamis (17/9), harga aneka cabai berada di kisaran Rp 58 ribu hingga Rp 62 ribu per kilogram. Tergantung jenis dan kualitas.
Cabai rawit merah Asmoro lokal berada di kisaran Rp 61 ribu-Rp 62 ribu per kilogram. Sementara rawit merah Asmoro biasa Rp 58 ribu-Rp 59 ribu dan rawit merah Tidar super Rp 61 ribu-Rp 62 ribu. Untuk cabai merah kecil super, harganya berada di kisaran Rp 39 ribu-Rp 40 ribu per kilogram.
Sementara itu, cabai merah keriting dan rawit merah petikan juga mengalami penurunan pasokan. Beberapa jenis cabai bahkan lebih cepat habis karena jumlah barang yang masuk terbatas. “Barang sedikit semuanya. Pasokan rawit merah dari Jawa Tengah juga masuk sedikit sekali,” terang Henry.
Kondisi pasokan tersebut turut dipengaruhi minimnya panenan dari sejumlah wilayah sentra cabai di Kabupaten Kediri. Kecamatan Puncu dan Kepung yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra cabai tidak banyak menghasilkan panenan pada musim ini.
Baca Juga: Ini Penyebab Harga Ayam dan Cabai Rawit Terus Melejit di Kediri, Salah Satunya Faktor Siklus
Selain memenuhi kebutuhan pasar lokal, sebagian cabai dari Pasar Induk Sayur Pare juga dikirim ke luar daerah, termasuk Kalimantan. Namun, dengan kondisi pasokan yang terbatas, pergerakan harga dan ketersediaan cabai ke depan masih sulit diprediksi.
Henry mengatakan kondisi pasar saat ini sangat bergantung pada pasokan yang masuk. Jika panenan dari daerah sentra kembali meningkat, harga berpotensi berubah mengikuti ketersediaan barang. Sebaliknya, apabila pasokan masih terbatas, harga cabai diperkirakan tetap bergerak di level tinggi.
Editor : Andhika Attar AninditaSumber : Radar Kediri