JP Radar Kediri - Kasus keracunan yang diduga bermula dari menyantap menu MBG terjadi lagi di Kediri. Kali ini menimpa siswa di beberapa sekolah di Kecamatan Badas.
Berikut kronologi kasus tersebut. Rabu (2/9) sekitar pukul 10.00 Siswa SMPN 1 Badas menerima menu MBG
Sekitar pukul 13.30, sejumlah siswa mulai mengalami gejala diare, pusing, mual, muntah, dan sakit perut
Kamis, (3/9) malam puskesmas menerima laporan dari camat tentang adanya enam siswa dari SMPN 1 Badas yang mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu MBG
Puskesmas langsung mengerahkan 6 petugas untuk melacak, hasilnya ditemukan 10 siswa yang mengalami gejala sama dan diobati
Tim Puskesmas mendatangi SPPG Blaru untuk mengamankan bank sampel menu MBG yang dibagikan kepada siswa pada Rabu (2/9) yang terdiri dari nasi, tongseng ayam, oseng wortel dan kembang kol, tempe krispi, serta buah melon
Jumat, (4/9) tim dinas kesehatan bersama puskesmas melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) di beberapa sekolah yang jadi sasaran MBG dari SPPG Blaru. Yaitu di SMPN 1 Badas, RA Mashlahiyah, MI Mashlahiyah, MTs Mashlahiyah dan Posyandu (Sasaran 3B)
Dari hasil pelacakan, satgas MBG mendapati ada lebih dari 20 korban keracunan.
Baca Juga: 10 Siswa Bergejala Keracunan Usai Diduga Santap MBG di Badas Kediri, Enam Ditangani Puskesmas
Sejak Senin (7/9), SPPG tidak beroperasi. Kepala SPPG menyebut hal itu dikarenakan sedang ada pembangunan. Sehingga, dapur tidak beroperasi.
Namun, Satgas MBG Kabupaten Kediri menyebut bahwa SPPG disuspend.
Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri