KOTA, JP Radar Kediri- Pedagang Pasar Bandar yang sebelumnya melakukan aksi mogok jualan tak kunjung mendapat solusi. Dalam pertemuan yang berlangsung di lantai dua Pasar Bandar, Rabu pagi (2/9), pedagang belum mendapat kepastian jawaban atas keluhan mereka soal biaya retribusi dan layanan yang dianggap memberatkan. Hal itu karena pertemuan itu urung dihadiri pihak Pemerintah Kota Kediri maupun DPRD Kota Kediri.
Seperti disampaikan Yunus, salah satu pedagang. Puluhan pedagang di sana ingin pertemuan itu dihadiri oleh empat pihak. Yakni pedagang, Pemkot Kediri, Perumda Pasar Jayabaya, serta DPRD Kota Kediri. Tujuannya agar segera ada solusi konkret dari pembuat kebijakan.
“Kami berharap dari keluhan yang kami sampaikan langsung ke pemkot dan PD Pasar bisa segera mendapat tanggapan lanjut. Kalau hanya dua sisi dengan PD Pasar saja, kami belum bisa menerima untuk membuat kesepakatan apapun,” ujar Yunus.
Karena itu, pertemuan tersebut belum bisa menghasilkan keputusan apapun. Dalam penjelasan Perumda Pasar Jayabaya kepada para pedagang, pihak Pemkot Kediri batal hadir karena baru ada perubahan struktur kepemimpinan di luar prediksi mereka.
“Kebetulan hari ini ternyata pejabat yang seharusnya menghadiri ini termasuk di gerbong mutasi. Sehingga ada pergantian dan beliaunya belum bisa hadir. Kami juga menghormati,” tandasnya, yang memilih menunda pengambilan keputusan di pertemuan berikutnya.
Sementara itu, Direktur Umum Perumda Pasar Jayabaya Djauhari Luthfi mengatakan, komunikasi terus dibangun dengan para pedagang. Namun di luar perkiraannya, sehari sebelum rencana pertemuan itu, Pemkot Kediri melaksanakan mutasi terhadap sejumlah pejabat pemkot.
“Sehingga beberapa pejabat yang membidangi BUMD (badan usaha milik desa) juga termasuk di garbong mutasi. Akhirnya hari ini tertunda. Tapi sudah kami sampaikan dan tetap kami koordinasikan dengan Pemkot Kediri,” terang Luthfi.
Karena itu, pertemuan dengan Pemkot Kediri pun ditunda. Selanjutnya, pertemuan yang melibatkan pedagang dan Pemkot Kediri akan dijadwalkan kembali dalam beberapa hari ke depan. (ais)
Editor : Andhika Attar Anindita