KABUPATEN, JP Radar Kediri–Puluhan truk memadati Jalan Raya PB Sudirman, Desa Manyaran, Banyakan kemarin siang (1/9). Para pengangkut pasir proyek Tol Akses Bandara itu memprotes PT Hastari Jaya Sentosa yang terlambat mencairkan pembayaran pekerjaan.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, sedikitnya ada 50 truk pengangkut material yang kemarin melakukan demo. Berkumpul di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), mereka langsung menuju lokasi proyek tol.
Koordinator Lapangan Aliansi Penambang Tradisional Kediri Raya Tubagus Fitrajaya mengatakan, keterlambatan pembayaran oleh PT Hastari Jaya Sentosa itu melibatkan sejumlah penyedia jasa dan pemasok material lokal. Pekerjaan yang belum dibayarkan sudah berlangsung sejak Desember 2024 hingga Agustus 2025.
Sesuai kesepakatan, pembayaran dilakukan dengan sistem invoice 30 hari. Praktiknya, pembayaran pengangkutan material itu terlambat dan dicairkan bertahap hingga sekarang.
"Awalnya nilai tagihan dari empat vendor lokal sekitar Rp 3 miliar. Pembayarannya macet terus dan setiap kami ancam demo dicicil. Sampai Senin (31/8), masih ada sekitar Rp 1,1 miliar (yang belum terbayar)," ujarnya.
Keterlambatan pembayaran itu menurut Bagus berdampak pada sejumlah penyedia armada. Bahkan, menurut dia, ada sopir yang terpaksa menggadaikan aset karena kendaraan tidak dapat beroperasi akibat persoalan pembayaran.
Aksi demo kemarin, kata Bagus, sengaja dilakukan untuk meminta kepastian penyelesaian pembayaran. "Yang hadir di sini hanya sekitar 10 persen dari anggota. Kami sengaja berkumpul di satu titik agar tidak mengganggu pengguna jalan," jelasnya tentang anggota yang mencapai sekitar 300 orang.
Sementara itu, setelah dilakukan pembicaraan antara pihak aliansi dan PT Hastari Jaya Sentosa, persoalan pembayaran akhirnya diselesaikan. Dalam pertemuan tersebut, pihak PT Hastari juga menyampaikan permintaan maaf kepada para pekerja dan penyedia jasa yang terdampak keterlambatan pembayaran. Pelunasan pembayaran langsung dilakukan kemarin.
Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kediri Totok Minto Leksono meminta keterlambatan pembayaran jadi bahan evaluasi bersama. Dia berharap komunikasi antara perusahaan, pekerja, dan penyedia jasa dapat diperbaiki agar persoalan serupa tidak kembali terjadi. "Peristiwa ini mari kita jadikan hikmah. Kita sama-sama introspeksi agar Kabupaten Kediri tetap kondusif," harapnya.
Baca Juga: RSUD SLG dan Puskesmas Grogol Jadi Rujukan CJH Embarkasi Dhoho Kediri, Begini Penjelasannya
Sayang, PT Hastari Jaya Sentosa enggan memberikan keterangan mengenai penyebab keterlambatan pembayaran ketika dikonfirmasi. Saat didatangi koran ini, perwakilan perusahaan enggan memberikan pernyataan.
Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri