KABUPATEN, JP Radar Kediri—Setelah puluhan kepala keluarga (KK) di Desa Ponggok, Kecamatan Mojo mengalami kesulitan air bersih, bencana yang sama agaknya akan meluas ke beberapa daerah lain. Setidaknya ada empat desa di lereng Gunung Wilis dan Gunung Kelud yang waspada bencana kekeringan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri Ariyanto mengatakan, empat desa di Kabupaten Kediri masuk pantauan. Selain Desa Ponggok, Kecamatan Mojo, tiga desa lain yang jadi pantuan adalah Desa Kalipang, Grogol; Desa Sepawon, Plosoklaten, dan beberapa desa lain di Kecamatan Semen.
“Kami lakukan pemetaan kekeringan berdasar daerah-daerah yang tahun lalu terdampak (kekeringan),” kata Ariyanto.
BPBD, lanjut Ariyanto, juga sudah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Terutama ketika desa-desa langganan kekeringan itu kesulitan air bersih. Salah satunya dengan melakukan dropping air bersih ke titik-titik yang dibutuhkan.
Selain distribusi air, BPBD juga siap membantu pengadaan pipa apabila di wilayah terdampak masih terdapat sumber mata air yang dapat dimanfaatkan. Dengan demikian, air bersih bisa dialirkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Kalau ada sumber mata air, kami bisa membantu pengadaan pipa. Kalau memang membutuhkan dropping air, kami juga siap,” lanjutnya.
Memasuki puncak musim kemarau akhir Agustus ini, Ariyanto meminta pemerintah desa segera melapor jika ada daerah yang kesulitan air bersih. Setiap laporan akan ditindaklanjuti dengan pengecekan kondisi di lapangan dan penanganan sesuai kebutuhan.
Baca Juga: Hutan di Lereng Wilis Rawan Terbakar: BPBD dan Perhutani Siagakan Personel untuk Pengawasan
Selebihnya, Ariyanto mengimbau masyarakat mulai menghemat penggunaan air. Tidak hanya itu, masyarakat juga diimbau menghindari tindakan yang bisa memicu terjadinya bencana kebakaran. Yakni, dengan tidak melakukan pembakaran lahan.
“Kami berharap imbauan ini bisa diteruskan perangkat desa kepada masyarakat. Antisipasi harus dilakukan mulai sekarang, termasuk menghemat air dan tidak membakar lahan,” tandasnya. (him/ut)
Editor : Andhika Attar Anindita