JP Radar Kediri- Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Kota Tahu diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengurangi beban sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Klotok.
Operasional fasilitas itupun semakin dimasifkan untuk menekan timbulan sampah dari hulu.
Selain langkah sebelumnya dengan menggandeng pelaku industri dan lembaga yang buangan sampahnya cukup besar. Tahun ini, Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri mengoperasionalkan satu lagi TPS3R. Yakni di Kelurahan Ketami.
Pemilahan sampah di tingkat hulu terus digencarkan. Di antaranya melalui TPS3R, bank sampah, maupun mandiri oleh warga di setiap lingkungan RT maupun kelurahan.
Baca Juga: Overload, Hanya Sampah Jenis Ini yang Boleh Masuk ke TPA Klotok, Yang Lain Dilarang
“Untuk TPS3R juga ada penambahan yang di Kelurahan Ketami. Di situ juga sudah mulai memilah dan memanfaatkan sampah organik,” ujar Kepala DLHKP Kota Kediri Indun Munawaroh melalui Pengawas Lingkungan Hidup Ahli Muda DLHKP Kota Kediri Ridwan Salimin.
Adapun TPS3R itu mulai beroperasi sejak akhir tahun 2025 lalu. Ridwan menyebut, pendampingan juga terus dilakukan untuk memaksimalkan fungsi pengelolaan sampah di sana.
Melalui pemilahan itu, harapannya hanya tersisa sampah residu saja yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Klotok.
“Jadi sekarang untuk TPS3R kalau tidak salah sudah ada 9 di Kota Kediri,” ungkapnya.Dengan penambahan fasilitas itu, diharapkan bisa memaksimalkan proses pengelolaan sampah di Kota Kediri. Termasuk pada akhirnya, membantu mereduksi timbulan sampah yang dibuang ke TPA Klotok.
Baca Juga: TPA Sekoto Kediri Hanya Terima Sampah Residu: Masyarakat Harus Pilah di Rumah, DLH Siapkan Aturan
Melalui upaya pemilahan sampah yang digencarkan, Ridwan mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kembali sampah yang masih bisa diolah kembali.
Misalnya, sampah organik seperti sisa makanan yang bisa dimanfaatkan kembali menjadi pakan ternak maupun pupuk kompos.
Dilansir dari Inaproc, tahun ini Pemkot Kediri juga akan membangun satu lagi fasilitas TPS3R. Yakni di Kelurahan Ngletih, Kecamatan Pesantren.
Tahapan tender atau lelang pekerjaan yang bersumber dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 itu juga sudah selesai. Untuk melaksanakan proyek itu, Pemkot Kediri mengalokasikan pagu anggaran senilai Rp 1,5 miliar.
Baca Juga: Klaim Bisa Reduksi 30 Persen Sampah, Pemkot Kediri Kaji Pengadaan Mesin untuk TPS3R
Seperti diberitakan, Pemkot Kediri mulai menindaklanjuti arahan Kementerian Lingkungan Hidup untuk mengakhiri praktik open dumping di TPA Klotok. Karena kondisinya yang juga sudah overload, kini TPA Klotok mulai dikhususkan untuk sampah residu saja.
Atau, yang sudah melalui proses pemilahan di hulu dan dianggap benar-benar tidak bisa dimanfaatkan kembali.
Pemkot juga menggandeng industri besar maupun lembaga-lembaga dengan buangan sampah yang besar ke TPA. Mereka diminta proaktif mengurangi timbulan sampah ke TPA.
Termasuk salah satunya mulai mengolah sendiri sampahnya sehingga tersisa residu saja yang dibuang ke TPA.
Melalui mekanisme itu, DLHKP mengklaim sudah ada tren penurunan timbulan sampah pada Juli lalu. Dari yang sebelumnya mencapai rata-rata 154 ton dalam sehari, menjadi hanya 145 ton saja per harinya.
Baca Juga: TPS3R Belum Maksimal, Mayoritas Tetap Masuk ke TPA Klotok, Ini Masalahnya
Dengan timbulan sampah yang konsisten berkurang maka daya tampung TPA juga bisa lebih diperpanjang. (ais/tar)
Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri