Saudia Airlines Siap Terbang ke Kediri untuk Penerbangan Haji 2027, Begini Syaratnya

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 21:02 WIB
Saudia Airline saat visitasi ke Bandara Internasional Dhoho Kediri. (Foto Wahyu Adji)
Saudia Airline saat visitasi ke Bandara Internasional Dhoho Kediri. (Foto Wahyu Adji)

JP Radar Kediri–Rencana penerbangan haji di Bandara Dhoho 2027 terus dimatangkan. Selain kesiapan sarana dan prasarana penunjang, Saudia Airlines, maskapai penerbangan dari Arab Saudi, sudah menyatakan kesiapannya untuk melayani jemaah di wilayah selatan Jawa Timur itu tahun depan.

Kesediaan Saudia Airlines itu dipastikan dalam rapat lanjutan yang diselenggarakan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) secara online.

Menindaklanjuti hasil visitasi dan rapat koordinasi gabungan di Hotel Grand Surya minggu lalu.

“Intinya (hasil rapat), Saudia Airlines siap untuk melaksanakan penerbangan haji dari Kediri,” kata Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kediri Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sukadi.

Diakui Sukadi, kesediaan Saudia Airlines melayani penerbangan haji di Kediri, disertai dengan sejumlah catatan yang harus dipenuhi otoritas bandara. Salah satunya terkait peningkatan kelas atau kategori Bandara Dhoho.

Permintaan tersebut langsung direspons oleh manajemen Bandara Dhoho. “Mereka (PT Angkasa Pura) sudah menyanggupi proses peningkatan kelas yang diperlukan,” lanjut Sukadi tentang hasil rapat yang diikuti Kementerian Perhubungan, Saudi Arabia Airlines, PT Surya Dhoho Investama (SDhI), serta manajemen Bandara Dhoho.

Tak hanya manajemen Bandara Dhoho, Saudia juga meminta agar Kementerian Haji dan Umrah menyiapkan dokumen tambahan yang dibutuhkan maskapai internasional tersebut. Dokumen harus disiapkan dalam waktu sekitar dua minggu.

Meski tenggatnya relatif pendek, menurut Sukadi Kemenhaj juga sudah menyanggupinya.

Baca Juga: Dua Hotel Jadi ‘Wisma’ Embarkasi Haji Kediri, Begini Penjelasannya

Selebihnya, Kementerian Perhubungan juga siap memenuhi kebutuhan regulasi dan teknis yang diperlukan agar Saudia bisa melayani penerbangan haji ke Kediri.

Adapun untuk urusan regulasi penerbangan di Arab Saudi, Saudia Airlines akan berkoordinasi langsung dengan General Authority of Civil Aviation (GACA). Pihak Saudia disebut siap mengomunikasikan dokumen yang dibutuhkan dengan otoritas penerbangan Arab Saudi.

"Untuk urusan GACA, dari Saudia Airlines sendiri yang akan memenuhi itu. Mereka yang akan mengurus dan mengomunikasikan dengan pihak terkait di Saudi," beber Sukadi.

Selain beberapa item tersebut, menurut Sukadi yang harus segera ditindaklanjuti adalah terkait aspek biaya operasional.

Manajemen Bandara Dhoho diminta menyampaikan rincian tarif yang akan dikenakan kepada Saudia Airlines. Mulai dari biaya landing, parkir pesawat, hingga berbagai biaya layanan lainnya.

Rincian tersebut nantinya akan disampaikan kepada pihak Saudia yang akan jadi pertimbangan operasional.

“Itu (rincian biaya operasional) yang nanti masih dirapatkan manajemen bandara dan akan segera disampaikan ke Saudia,” tandas Sukadi tentang sinyal positif penerbangan haji di Kediri. 

Terpisah, manajemen Bandara Dhoho siap menindaklanjuti persyaratan yang diajukan Saudia Airlines. Terutama, terkait layanan Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF).

General Manager Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Dhoho Kediri Rahmat Yoni Saputra mengatakan, saat ini Bandara Dhoho beroperasi dengan kategori ARFF 8.

Berdasar jenis pesawat Saudia Airlines yang melayani penerbangan haji, fasilitas dan pelayanan yang tersedia dinilai telah memenuhi standar untuk mendukung operasional.

Baca Juga: Perlu Hotel Cadangan Antisipasi Pesawat Delay, Pemkab Kediri Banyak Belajar dari Embarkasi Jogjakarta

"Untuk jenis pesawat yang akan diterbangkan ke Dhoho, fasilitas dan pelayanan sudah bisa memenuhi standar," ujarnya.

Terkait permintaan peningkatan kategori ARFF menjadi kategori 9, pihaknya akan mengacu pada jenis pesawat yang akan digunakan. Serta ketentuan operasional dan keselamatan penerbangan yang berlaku.

"Pada prinsipnya, Bandara Dhoho terus berkoordinasi dengan pihak terkait dalam rangka persiapan penerbangan haji di DHX," jelasnya.

Kesiapan bandara, kata Yoni, akan terus diselaraskan dengan kebutuhan maskapai dan hasil pembahasan bersama seluruh stakeholder.

Termasuk jika ada persyaratan tambahan yang perlu dipenuhi untuk mendukung kelancaran penerbangan haji.

Manajemen Bandara Dhoho, tegas Yoni, juga memastikan aspek keselamatan tetap menjadi perhatian utama.

Seluruh fasilitas dan pelayanan akan disiapkan dengan mengacu pada ketentuan operasional yang berlaku untuk jenis pesawat yang akan dilayani. “Untuk jenis pesawat yang akan diterbangkan ke Dhoho. Fasilitas dan pelayanan sudah bisa memenuhi standar,” tandasnya. 

 

 

 

Editor : Shinta Nurma Ababil
Sumber : Radar Kediri
bandara dhoho kediri pemkab kediri Saudia Airlines Kemenhaj embarkasi haji